Kelebihan dan Kekurangan Renault Kwid Indonesia 2016, ini Review Detailnya

CaruserMagz.com – Calon pembeli mobil Indonesia mulai Oktober 2016 mempunyai pilihan baru. Bertambahnya varian Crossover di Indonesia dari brand asal Prancis, Renault, memberi angin segar bagi peminat mobil yang berpenampilan gagah namun berharga murah. Renault Kwid merangsek ke pasar otomotif Indonesia, langsung menggoyang segmen LCGC, berkat harganya yang head-to-head dengan mobil bersubsidi tersebut, walau pihak Renault menyatakan Kwid bukanlah LCGC.

 

Kehadiran Renault Kwid langsung meramaikan jagat internet Indonesia, calon pembeli pemula khususnya orang-orang muda yang sudah merencanakan membeli lcgc seperti Datsun Go, Toyota Agya atau Daihatsu Ayla, bisa menimbang ulang niatnya, karena Renault Kwid cukup menggoda dengan keunggulannya. Tapi perlu sobat ingat, harga yang murah selalu punya konsekuensi berupa kelemahan. Mari kita simak apa saja kelebihan dan kekurangan Renault Kwid Indonesia.

 

Kelebihan atau Keunggulan Renault Kwid

 

Kelebihan Eksterior

 

Tampilan eksterior yang Atraktif atau Gagah – Tidak dapat dipungkiri tongkrongan Renault Kwid yang berupa Crossover memang gagah. Lampu dan grill yang terintegrasi khas Renault memberi kesan ganteng. Secara keseluruhan baik dari depan, samping maupun belakang, mobil kecil ini memang enak dipandang. Tidak tampak murahan, walau harganya murah.

 

Ada fitur pengaturan ketinggian sorot head lamp – Ketinggian sorot lampu utama dapat diatur dari dalam kabin melalui tombol dibawah setir sebelah kanan.
 

Sudah ada Fog Lamp – Ini bisa dianggap kelebihan, karena mobil dengan harga yang sama dengan lcgc, kebanyakan tidak punya lampu kabut atau foglamp.

 

Head Lamp dan Fog Lamp Renault Kwid – Gambar by OTO
Ground Clearance Tinggi – Dengan jarak terendah ke jalan mencapai 180mm, Kwid sudah sama dengan MPV sekelas Mobilio dan Ertiga, sehingga kemampuan jelajahnya lumayan dibanding hatchback yang biasanya hanya 140-160mm saja.

 

Finishing eksterior rapi – Kwid menunjukkan kualitas mobil eropa dalam hal kerapian finishing eksterior, tidak seperti saudara sepupunya Datsun Go yang versi keluaran pertama sangat tidak rapi.

 

Kelebihan Interior

 

Ruang Kabin Renault Kwid yang Lapang – Gambar by OTO

Kabin yang lapang – Dengan dimensi yang lumayan panjang dan cukup tinggi, Renault Kwid mempunyai kabin dengan leg room dan head room yang lega.

 

Kapasitas Bagasi yang cukup luas – Kapasitas bagasi Renault Kwid adalah 300 liter, lebih lega dari small hatchback yang rata-rata hanya 200 hingga 250 liter saja. Apalagi jika kursi baris kedua dilipat, maka akan tersedia ruang yang sangat luas.
Kabin dan Bagasi Renault Kwid yang lega – Gambar by OTO
Desain kursi yang ergonomis – Kursi Kwid menganut semi-bucket sehingga seperti memeluk tubuh penumpang yang duduk, khususnya pada kursi kabin depan. Desain ini akan membuat penumpang nyaman dan tidak cepat lelah.

 

Kepraktisan kabin depan – Ada banyak ruang penyimpanan pada kabin depan, di dashboard sebelah kiri ada 2 glovebox dan 1 ruang pennyimpanan terbuka di tengah antara glovebox atas dan bawah, ada juga ruang penyimpanan di konsol tengah dan di doortrim, cup holder tersedia 4 buah, ada 2 di konsol tengah dan masing-masing satu di doortrim.

 

Infotainment system – Ini adalah fitur andalan Renault Kwid yang tidak dimiliki mobil lain berharga 100 jutaan. Head unit Monitor Touch Screen 7 inchi memberi aura kemewahan di kabin Kwid. Head unit ini sudah mengusung fitur navigasi GPS, konektifitas Bluetooth, USB dan AUX serta radio player.

 

AC dilengkapi heater – Biasanya fitur heater dihilangkan untuk mobil yang akan di jual di Indonesia, karena tidak begitu berguna untuk Negara tropis yang panas. Tapi untungnya fitur itu tidak dihilangkan dari Kwid, sehingga cocok bagi pengguna di daerah dingin atau pegunungan. Tapi mesinnya apakah cocok untuk daerah dingin yang biasanya tanjakannya ekstrim? you’d better try it!

 

Pengaturan AC lengkap – Panel AC terlihat cukup berkelas, karena bukan model kenop kompor gas tapi mirip panel AC pada KIA Picanto yang enak dilihat dan lengkap, sudah ada pengatur hembusan exhaust, level temperatur dan sirkulasi udara internal dan eksternal.

 

MID yang lengkap – Sudah ada informasi konsumsi bahan bakar, perjalanan yang mampu dicapai dengan bahan bakar yang tersisa, odometer, dan lain-lain.

 

Sudah ada Airbag – Walau hanya satu, untuk pengemudi saja, tapi lumayanlah dari pada tidak ada sama sekali.

 

Remote Keyless entry – Lumayan tidak malu-maluin, karena tidak perlu menyolokkan kunci ke pintu untuk mengunci atau membuka pintu.

 

Central lock – Jika pintu depan sebelah pengemudi dikunci, maka secara otomatis semua pintu terkunci juga, begitupun saat membukanya, sehingga cukup aman bagi yang membawa anak-anak di kabin belakang.

 

Irit bahan bakar – Renault mengklaim konsumsi Kwid sangat irit, hingga mencapai 23 km/liter. Tapi ini juga tergantung dari cara mengemudi.

 

Speedometer digital – Hal yang lumayan baru untuk mobil murah di Indonesia, karena biasanya menggunakan speedometer analog. Jadi nanti bisa serasa duduk di balik kemudi Lamborgini bila melihat speedometernya yang digital, tapi jangan “baper” yah.. karena angka digitalnya mirip angka kalkulator.

 

Kelebihan Lain-lain

 

Harga terjangkau (murah) – Dengan hanya 117,7 juta rupiah OTR DKI-Jakarta, sobat sudah bisa memilik mobil mini SUV yang keren dan punya lambang Renault di hidungnya, mobil Eropa gitu loh..

 

Prestise brand Eropa (Prancis) – Di kalangan tertentu, nama besar sebuah brand menjadi pertimbangan untuk membeli produknya. Renault adalah produsen mobil-mobil berkualitas dan punya branding value yang tinggi.

 

Kekurangan atau Kelemahan Renault Kwid

 

Kekurangan Eksterior

 

Ban dan Velg kecil – Ukuran velg Kwid hanya 13 inchi, sehingga terasa kurang serasi dengan tongkrongan crossovernya dengan over-fender, banyak yang bilang terlihat cingkrang. Selain itu, ban mobil ini juga tipis, sehingga kurang sedap di pandang dari depan dan belakang, ban yang tipis juga menyebabkan gripnya ke jalan tidak begitu baik.

 

Velg Kaleng – Belum tersedia velg alloy untuk menunjang penampilan khas crossovernya yang gagah. Untungnya Velg besi tersebut ditutupi dop dengan motif 3 spoke.

 

Baut ban hanya 3 – Ini akan menjadi kekurangan yang tidak termaafkan, karena pemiliknya akan kesulitan jika ingin mengganti velg kaleng yang hanya 13 inchi tersebut. Sulit dicari velg alloy dan berdiameter lebih besar dengan berlubang baut hanya 3, padahal pemiliknya pasti kebanyakan sangat ingin mengganti velg bawaannya yang cingkrang itu.

 

Handel pintu luar model ungkit dan tidak sewarna body – Handel pintu model ungkit terasa kurang mewah di zaman sekarang, karena merupakan tren lama.

 

Tidak ada handel pintu bagasi – Sama seperti Datsun Go, pintu bagasi tidak dilengkapi handel, sehingga harus dibuka dari tuas di bawah kursi pengemudi. Tapi bisa juga dibuka dengan mencolokkan kunci kontak pada lubang kunci di bawah emblem Renault.

 

Tidak ada wiper belakang dan defogger – Kurang lengkap tentunya jika tidak ada wiper belakang, karena akan menyulitkan melihat kondisi di belakang saat hujan, apalagi defogger juga tidak ada, maka benar-benar tidak ada vision ke belakang saat hujan atau cuaca dingin.

 

Tidak ada roofrail – Roofrail sudah seperti DNA bagi mobil crossover atau SUV, sehingga atap Kwid yang polos terasa kurang lengkap. Tapi mungkin bisa ditambah dengan produk aftermarket yang banyak modelnya.

 

Spion manual – Untuk ukuran mobil super murah, spion manual hampir dapat dipastikan tidak akan ada. Lebih parahnya tidak ada tuas pengaturan posisi kaca dari dalam seperti yang bisa kita jumpai pada KIA Picanto 1000cc. Tapi ada bagusnya sedikit, tidak seperti saudara sepupunya dari Datsun yang hanya dipasangi spion tipis dari plastik hitam, spion Renault Kwid diberi warna silver dan sedikit mengembung seolah-olah tampilan spion elektrik.

 

Kekurangan Interior

 

Kualitas bahan interior kurang bagus – Ini adalah konsekuensi paling logis dari harga yang terjangkau. Jangan berharap plastik interior Kwid akan sebagus mobil non-LCGC, karena mobil ini satu platform dengan Datsun Redi Go di India yang merupakan mobil termurah di India.

 

Tidak ada power window di pintu belakang – Kaca pintu belakang masih harus dibuka dan ditutup dengan tuas manual engkol. Not bad-lah dari pada  tidak ada sama sekali, wajar untuk mobil murah.

 

Tidak ada Tilt Steering – Posisi setir tidak dapat diubah-ubah ketinggiannya, sehingga pemiliknya harus puas dengan posisi awalnya bagaimanapun postur tubuh sang pengemudi.

 

Tidak ada pengaturan ketinggian kursi pengemudi – Sama halnya dengan setir, ketinggian kursi pengemudi juga tidak bisa ditambah atau dikurangi. Hal ini tentunya akan menyulitkan pengemudi yang berpostur tubuh pendek.

 

Sabuk pengaman manual – Seat belt yang tidak dapat menggulung secara otomatis saat tidak digunakan akan membuat kabin belakang nampak berantakan.

 

Tidak ada takometer – Indikasi putaran RPM mesin tidak dapat terlihat pada clustermeter Kwid, sehingga pengemudi harus mengira-ngira saat yang tepat untuk memindahkan posisi transmisi berdasasrkan feeling.

 

Tidak ada petunjuk Eco Driving Mode – Pada mobil-mobil terbaru petunjuk saat yang tepat memindahkan posisi gear sudah umum tersedia, untuk membantu pengemudi agar lebih hemat bahan bakar. Sayangnya fitur ini tidak ada pada Renault Kwid.

 

Airbag hanya satu – Penumpang di kabin depan tidak dilindungi oleh airbag saat terjadi tabrakan, airbag hanya tersedia untuk pengemudi.

 

Speaker hanya dua – Jangan berharap kualitas suara yang bagus, karena hanya disediakan 2 speaker pada bagian depan dashboard, pada kabin belakang sama sekali tidak ada speaker. Apalagi tweter, itu bukan device yang biasanya ada pada mobil murah.

 

Kunci pintu masih model tuas tarik di atas doortrim – Sama seperti Datsun Go, tuas kunci pintu berada di atas doortrim dengan model tuas tarik dan tekan, hingga terkesan kurang kekinian, bukan terintegrasi pada handel pintu layaknya mobil non-LCGC.

 

Kepraktisan kabin belakang kurang memadai – Tidak ada cup holder di baris kedua, tapi hal ini juga terjadi pada mobil-mobil lcgc atau small hatchback lainnya. Sama sekali tidak ada ruang penyimpanan di kabin baris kedua, bahkan kantung di belakang kursi pertama pun tidak disediakan.

 

Head rest tidak adjustable – Semua head rest pada Renault Kwid menyatu dengan kursi, tapi untungnya headrest tersebut cukup tinggi pada kursi baris pertama, sehingga bisa menopang kepala penumpang berpostur tinggi. Namun pada kursi belakang headrestnya tidak memadai untuk penumpang berpostur tubuh tinggi, jadi tetap kurang aman. Selain itu, secara estetika head rest yang menyatu dengan kursi kurang sedap dipandang.

 

Bagian dalam body ruang bagasi tidak ditutupi plastik – Suasana cheap-look kental di ruang bagasi, tidak ada cover plastik di sisi body dan pintu bagasi bagian dalam, hal ini bisa menyebabkan bagian tersebut mudah tergores oleh barang bawaan yang keras dan terlihat lecet-lecet.

 

Dapurpacu dan Fitur

 

Mesin kecil – Mesin Kwid hanya 999cc, sehingga terasa kurang serasi dengan tongkrongan SUVnya. Jadi walau mobil ini nampak gagah, jangan harap untuk dibawa kebut-kebutan, karena tenaganya tidak jauh berbeda dari lcgc sejuta umat, namun itu sudah mencukupi untuk perjalanan di dalam kota. Mobil ini seperti hatchback citycar yang didandani seperti suv dalam hal mesin.

 

Mesin 3 silinder – Sudah menjadi tabiat mesin 3 silinder, getarannya akan terasa lebih kasar dibanding mesin 4 silinder. Sehingga suara dan getaran mesin akan terasa mengurangi kenyamanan berkendara.

 

Tidak ada rem ABS – karena ini mobil murah, sepertinya ini adalah kekurangan yang wajar dan logis.

 

Tidak ada transmisi Otomatis – Sama seperti Datsun Go yang pada awal peluncurannya, pihak Datsun mengeluarkan isu untuk menyediakan varian otomatis sesuai respons pengguna, namun hingga sekarang tidak kunjung ada varian matic tersebut, sepertinya hal ini juga akan terjadi pada Renault Kwid.

 

Kekurangan Lain-lain

 

Jaringan dealer dan servis yang terbatas – Seperti dirilis Otodriver.com, untuk sekarang hanya tersedia total 17 jaringan dealer yang bisa menjual Renault Kwid. Di pulau Sumatera bahkan hanya ada di 3 kota provinsi. Ada juga rilis dari beberapa media, bahwa semua dealer Nissan akan menjual dan bisa melakukan servis purna jual untuk Renault Kwid. Namun seperti kita ketahui, bahwa jaringan Dealer Nissan pun hanya ada di kota-kota besar, penetrasinya belum seperti dealer Toyota dan Suzuki yang hingga ada di kota-kota kabupaten.

 

Hasil Crash Test (uji tabrak) yang buruk – Pada global NCAP, Renault Kwid hanya mendapat satu bintang untuk perlindungan terhadap orang dewasa, berkat satu airbag untuk pengemudi. Namun itu tetap merupakan reputasi yang buruk dalam hal keselamatan. Maka mobil ini tidak cocok untuk sobat yang suka mengambil resiko dengan kebut-kebutan.

 

Nah.. kurang lebih itulah kelebihan dan kekurangan Renault Kwid yang bisa kami sampaikan. Jika sobat mempunyai tambahan informasi terkait keunggulan dan kelemahan mobil ini atau ada penjelasan kami menurut sobat kurang tepat, silahkan disampaikan di kolom komentar. Semoga artikel ini bermamfaat.

Salam Otomotif!

 

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *