Duh.. Kaca Belakang Calya Sigra Mudah Pecah, Ini Kemungkinan Penyebabnya

CaruserMagz.com – Pemilik Toyota Calya dan Daihatsu Sigra kembali dibuat was-was oleh ulah mobil MPV LCGC sejuta umat ini. Sedang heboh di media social dan diberitakan oleh berbagai media otomotif nasional mengenai kaca belakang Calya-Sigra yang mudah pecah sendiri tanpa sebab yang jelas.

 

Beberapa pengguna Calya Sigra melaporkan kejadian yang mereka alami di group facebook komunitas pemilik Calya Sigra (CALSIC). Tiga orang pengguna Calya Sigra yang memposting kejadian ini adalah Herkulanus De Votis, Jacky Sitohang dan Pande Su. Mereka mengalami kaca belakang mobilnya tiba-tiba retak secara merata hingga mulai rontok di bagian tepi, tanpa sebab yang jelas.

 

Jacky Sitohang menjelaskan kejadian tersebut dialami istrinya saat membawa Toyota Calya-nya ke kantor. “Tadi malam jam 19:00, istri saya bawa mobil ke kantor. tiba-tiba di parkiran kaca mobil Toyota calya saya retak sendiri. kira-kira penyebabnya apa yaa om? soalnya menurut istri saya, tidak ada kerikil atau pun indikasi dipecahkan orang secara sengaja.”

 

Salah seorang anggota Calsic chapter Bandung menjelaskan kepada Otomotifnet.com, saat dikonfirmasi oleh jurnalis (13/3), bahwa salah satu rekannya pun mengalami kejadian serupa dalam waktu yang tidak terpaut jauh dari heboh di social media ini, yaitu kaca belakang retak seribu tak lama setelah mobil secara tidak sengaja menghantam lubang di jalanan.

 

Kejadian yang terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan ini menambah rentetan keluhan pengguna Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, setelah sebelumnya dibuat khawatir oleh masalah ban yang mudah pecah, suspensi yang amblas dan gesrot, tanki bahan bakar yang terbuat dari plastik, mesin overheat, tuas transmisi yang keras, dan lain sebagainya.

 

Kaca belakang calya sigra mudah pecah sendiri
Kaca belakang calya sigra mudah pecah sendiri

Baca juga: 10 Keluhan Pengguna Calya Sigra

 

Jika terjadi dalam waktu yang terpaut jauh dan ada penyebab yang jelas, kemungkinan itu adalah kasus khusus yang disebabkan kelalaian pengguna. Tapi jika cukup marak dan dalam rentang waktu pemakaian yang sama, ada kemungkinan ini adalah cacat bawaan produksi, misalnya bahan kaca berkualitas rendah hingga mudah memuai karena panas, atau konstruksi pemasangan yang kurang perhitungan.

 

Namun belum ada penjelasan yang valid mengenai penyebabnya. Semua masih merupakan perkiraan, bahkan pernyataan dari petinggi Toyota dan Daihatsu yang dikonfirmasi oleh berbagai media otomotif, masih merupakan perkiraan.

 

Dikonfirmasi oleh AutoBild.co.id, General Repair Service Manager Workshop Department, PT Toyota Astra Motor (TAM), Iwan Abdurahman, memberikan pernyataannya: “Jujur, saya baru tahu soal kasus ini. Sebelumnya tidak ada laporan mengenai kaca belakang Toyota Calya tanpa sebab kepada kami.” Ujar Iwan.

 

Iwan Abdurahman memperkirakan, kemungkinan salah satu penyebabnya adalah panas yang menyebabkan pemuaian baik pada kaca atau frame. “Jika panas berlebih, bisa terjadi pemuaian di kaca atau frame. Jika sudah terlalu terhimpit, kaca bisa pecah,” kata Iwan.

 

Iwan memberi jaminan, jika kejadian ini benar-benar karena cacat produksi berdasarkan penyelidikan yang mereka lakukan, TAM akan memberikan kaca pengganti secara cuma-cuma. Maka Dia meyarankan untuk segera membawa Toyota Calya yang kaca belakangnya pecah tanpa sebab ke bengkel resmi untuk dilakukan pemeriksaan.

 

Jurnalis dari Carmudi.co.id, melakukan konfirmasi ke pihak Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku pabrikan yang memproduksi MPV LCGC kembar ini. Ditanggapi oleh Anzar Rosjadi, selaku Executive Coordinator Technical Service Division, yang memberi pernyataan.

 

Kami masih belum tahu penyebabnya apa. Harus diteliti lebih dalam. Biasanya kaca pecah, karena ada penyebab awal, kalau panas atau pemuaian, itu penguat saja,” ujar Anzar.

 

Bisa di sela kaca masuk kerikil atau ada molding kasar yang begitu kena tekanan atau benturan, bisa bikin retak kaca,” Tambah Anzar.

 

Untuk ukuran mobil MPV berkapasitas 7 penumpang, Calya Sigra memang tergolong mobil murah. Namun dengan harga 100 hingga 150 juta rupiah, itu bukanlah uang sedikit bagi kalangan ekonomi menengah kebawah di Indonesia. Jadi jika ini adalah karena cacat produksi, rasanya ADM cukup keterlaluan menekan ongkos produksi, karena toh pada LCGC lain tidak ada kejadian seperti ini.

 

Semoga saja, kasus ini tidak akan menimpa pengguna Calya Sigra lainnya, jadi kehebohannya bisa segera berakhir. Jika tidak berlanjut, kasus seperti ini bisa menghilang dengan cepat layaknya kasus ban yang mudah pecah, yang hingga kini tidak ada penjelasan resmi apa penyebabnya secara ilmiah dari pihak pabrikan mobil maupun dari produsen bannya.

 

Segera periksa kaca belakang Calya Sigra-mu! Jika sudah ada indikasi retak, segera bawa ke bengkel resmi. Jika tidak ada sebab yang jelas, baik kasus ini menimpa sedikit atau pun banyak pengguna, pihak Toyota dan Daihatsu seharusnya dan sewajarnya memberikan penggantian secara cuma-cuma, sebagai bentuk komitmen atau jaminan mutu produknya pada pengguna.

 

Salam Otomotif!

 

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *