Kelebihan Mesin Turbo VGT pada Mitsubishi Pajero Sport dan Eclipse Cross

Kelebihan Mesin Turbo VGT pada Mitsubishi Pajero Sport 2021

CaruserMagz.comKelebihan Mesin Turbo VGT pada Mitsubishi Pajero Sport – Mesin turbo sekarang sudah mulai jamak di mobil penumpang bermesin kecil. Pada line-up mobil Mitsubishi, teknologi yang meningkatkan tenaga mesin mobil ini bisa kita temui pada Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Triton, dan juga Mitsubishi Eclipse Cross.

Ketiga mobil tersebut sudah menggunakan teknologi turbo terbaru yang disebut Variable Geometry Turbo (VGT). Dimana sebelumnya teknologi yang umum pada mesin diesel adalah Fixed Geometry Turbo (FGT).

Guna menjelaskan kelebihan mesin turbo VGT pada Pajero Sport, Triton dan Eclipse Cross, Mitsubishi Indonesia menjelaskan di laman resminya mengenai perbedaan mesin turbo VGT vs FGT.

Mitsubishi Triton bermesin Turbo Diesel
Mitsubishi Triton bermesin Turbo Diesel VGT

Mengenal Turbo Konvensional

Mesin dengan teknologi FGT disebut juga sebagai mesin turbo konvensional. Ini adalah generasi awal dari sistem turbo guna meningkatkan tenaga dari kapasitas mesin yang ada. 

Kekurangan turbo konvensional ini adalah turbo-lag yang sering dikeluhkan pengendara mobil, yaitu adanya jeda waktu ketika pedal gas diinjak hingga tenaga terasa tersalurkan ke roda penggerak. Ini seperti kekosongan tenaga sebelum turbo menghembuskan udara padat ke dalam mesin (spool-up).

Hal itu terjadi karena memang ada jeda waktu untuk memutar baling-baling turbo karena lambatnya udara buang sampai ke turbin pemutar baling-baling yang akan memadatkan udara yang akan masuk ke ruang bakar.

Kekurangan tersebut kemudian menjadi acuan bagi pengembangan mesin turbo, yakni untuk menghilangkan atau mengurangi turbo lag sehingga mesin bisa mendapatkan segala mamfaat turbo dengan meminimalkan lag.

Turbo VGT jadi Solusi

Pada mesin turbo konvensional, udara buang dihembuskan dari sudut atas dengan sudut miring, yang mengakibatkan baling-baling berputar lebih lambat. Semakin besar air ratio (AR) turbonya, maka semakin lama juga turbo lag-nya.

Untuk mengatasi turbo lag yang lama tersebut, dibuatlah Variable Geometry Turbo (VGT) yang memiliki bilah baling-baling lebih banyak, sehingga kompresinya dapat diatur bervariasi.

Teknologi VGT ini dilengkapi dengan satu ring yang memiliki kisi-kisi untuk mengatur sudut datang angin yang nantinya berfungsi untuk memutar turbo. Kisi-kisi ini bisa mengecil dan membesar berdasarkan perintah dari engine ECU. 

Prinsip kerja VGT adalah meringankan beban angin untuk memutar baling-baling turbo dengan mengecilkan kisi-kisi turbin. Karena dengan kondisi kisi-kisi yang lebih kecil dari turbo FGT, otomatis membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mendapatkan boost dari turbo.

Compact SUV Premium - Mitsubishi Eclipse Cross
Compact SUV Premium – Mitsubishi Eclipse Cross

Kelebihan Turbo VGT dari FGT

Sebagai hasil dari pengembangan turbo ini, jika dulu dengan turbo konvensional dorongan turbo baru terasa di putaran mesin di atas 3.000 rpm untuk membuat mobil terasa lebih kencang.

Maka dengan VGT, dorongan turbo sudah bisa dirasakan di rentang putaran mesin 1.600 hingga 2.000 rpm. Jadi ini membuat mesin turbo terasa tidak berbeda dari mesin non-turbo.

Teknologi VGT sangat membantu untuk mempertahankan dorongan turbo ideal di rentang RPM yang panjang. Sehingga kinerja mesin jadi lebih ideal berkat tenaga yang lebih maksimal. 

Kelebihan lain dari VGT adalah bahwa sistem ini membantu penghematan bahan bakar jadi lebih baik. VGT menghasilkan tenaga lebih besar pada rentang rpm yang lebih panjang, hasilnya konsumsi bahan bakar jadi lebih efisien.

Mesin Turbo VGT pada Mitsubishi Pajero Sport
Mesin Turbo VGT pada Mitsubishi Pajero Sport

Sebaliknya mesin turbo konvensional (FGT) membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak karena putaran mesin harus lebih tinggi. Maka itulah kita masing mendapati mobil dengan mesin turbo tetap boros bahan bakar.

di masa kini, teknologi VGT ini sudah banyak diaplikasikan di mobil turbo diesel modern karena memberikan kenyamanan lebih, performa yang optimal dan efisiensi bahan bakar yang bagus untuk penggunaan sehari-hari. Namun demikian tetap banyak mobil modern yang masih berteknologi turbo konvensional.

Dengan penjelasan ini, maka kita memiliki pengetahuan bahwa dalam memilih mobil, jangan asal bermesin turbo. Karena jika teknologi turbonya masih konvensional, maka kita akan sering merasakan turbo lag dan konsumsi bbm yang lebih boros.

Tulis Komentar