Pengertian ABS, EBD, BA/EBA pada Fitur Pengereman Mobil

CaruserMagz.com – Dalam penjelasan mengenai spesifikasi mobil, sering kita dengar atau baca beberapa istilah berupa singkatan-singkatan. Bagi penggemar dunia otomotif, mungkin istilah itu sudah akrab ditelinga mereka dan langsung bisa mengerti, tapi bagi orang-orang awam yang baru saja ingin membeli mobil atau ingin membanding-bandingkan spesifikasi mobil pilihannya, terkadang istilah-istilah itu cukup membingungkan.
Memahami Teknologi Rem Masa Kini, ABS-EBD-BA
Memahami Teknologi Rem Masa Kini, ABS-EBD-BA
Untuk membantu para pembaca yang ingin mengetahui apa pengertian beberapa istilah pada teknologi sistem pengereman mobil, berikut kami jelaskan pengertian mengenai istilah ABS, EBD, BA/EBA:

ABS (Antilock Braking System)

ABS merupakan singkatan dari Antilock Braking System, yang secara bahasa artinya adalah Fitur Anti penguncian rem. fitur ABS ini berfungsi mencegah terkuncinya rem saat pengereman mendadak yang biasanya dilakukan saat kondisi darurat atau kepanikan pengemudi, sehingga roda mobil masih dapat dikendalikan pada kondisi pedal rem masih diinjak dengan keras oleh pengemudi.
Cara kerja fitur Antilock Braking System ini adalah saat pengemudi menginjak rem, keempat kanvas rem pada roda langsung bekerja menjepit piringan rem atau poros roda dan mengurangi kecepatan mobil. Namun, saat pengemudi secara tiba-tiba membelokkan kemudi ke kiri atau ke kanan, sensor membaca kondisi itu dan komputer secara otomatis dengan cepat memerintahkan kanvas rem untuk melepas roda yang terkunci. Dengan mekanisme tersebut, maka mobil bisa dikendalikan sekaligus menghindari benda yang tidak ingin ditabrak di depannya, seperti mobil lain yang sedang berhenti, benda keras atau lubang di tengah jalan maupun pada kondisi hampir bertabrakan dengan mobil lain dari arah yang berlawanan.
Ilustrasi Fungsi Fitur Rem ABS
Ilustrasi Fungsi Fitur Rem ABS, Sumber: Nissan.in
Secara lebih rinci, cara kerja ABS tersebut adalah dengan mengurangi tekanan tiba-tiba minyak rem pada kapiler kanvas yang menjepit piringan rem atau poros teromol. Tekanan minyak rem disalurkan secara bertahap hingga mobil dapat dihentikan saat pengereman mendadak.
Mekanisme fitur ABS ini sebenarnya sejak dulu sering dilakukan para pengemudi secara manual, terutama bagi pengemudi yang suka kebut-kebutan atau pembalap. Istilah yang sering kita kenal adalah “Mengocok Rem“, yaitu saat memerlukan pengereman atau menghentikan mobil dalam lintasan yang singkat pengemudi menekan pedal rem secara mendadak, kemudian sebelum roda mendecit karena bergesekan dengan aspal, pengemudi sedikit melepas pedal rem, lalu menekannya lagi, demikian terus menerus hingga mobil dapat dihentikan. Cara ini sangat efektif untuk menghentikan mobil dalam lintasan yang lebih pendek tanpa merusak ban.
Namun perlakuan system ABS secara manual tersebut harus dilakukan dengan sadar dan perencanaan, sedangkan dalam kondisi panik biasanya pengemudi tidak dapat melakukan hal itu. Sehingga fitur ABS yang bekerja secara otomatis tetap diperlukan pada mobil untuk mengurangi ketergantungan keselamatan pada kemampuan pengemudi.

EBD (Electronic Braking Distribution)

EBD merupakan singkatan dari Electronic Braking Distribution, yang dalam bahasa Indonesia berarti fitur pengaturan distribusi tekanan rem secara elektronik. Fitur EBD ini berfungsi mengatur tekanan rem sesuai beban dan kecepatan masing-masing roda, sehingga secara keseluruhan pengereman dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Atau dengan kata lain, merupakan fitur penyeimbang tekanan rem pada masing-masing roda.
Ilustrasi Fungsi Fitur Rem EBD, Sumber: Quora.com
Fitur EBD dibuat sebagai pendukung fitur ABS, karena dalam perkembangan teknologi pengereman, fitur ABS ternyata dianggap belum mencukupi kondisi ideal, sehingga para pakar otomotif dunia mengembangkan fitur EBD untuk memperpendek jarak pengereman sampai mobil benar-benar berhenti.
EBD memfungsikan sensor yang memonitor beban pada setiap roda, cara kerjanya, jika pengemudi menginjak pedal rem, maka sensor membaca beban yang dipikul setiap roda, kemudian komputer memerintahkan kanvas rem untuk menekan piringan rem atau tromol sesuai beban masing-masing roda sehingga pengereman menjadi seimbang. Sebagai hasilnya jarak pengereman menjadi lebih pendek dan lebih efektif. Mekanisme kerja EBD tersebut diperlukan saat mobil melalui lintasan yang tidak rata, menanjak, menurun atau dalam kondisi menikung, karena beban masing-masing roda akan berbeda-beda.
Dalam praktisnya, teknologi rem EBD selalu digandengkan dengan fitur ABS. Kedua fitur tersebut biasa ditulis ABS+EBD atau ABS/EBD, karena keduanya berfungsi secara terintegrasi dan saling bekerja sama sebagai fitur keselamatan. Sensor diletakkan pada setiap roda untuk memonitor tekanan rem dan beban masing-masing roda. Setiap sensor mengirimkankan sinyal ke system komputer mobil baik piranti ABS maupun EBD, untuk selanjutnya komputer mengatur tekanan hidrolik pada minyak rem dengan menentukan saat yang tepat untuk melepaskan rem atau memberi tekanan kembali dalam waktu singkat.
Secara ringkas dapat dijelaskan, ketika pengemudi menginjak rem secara mendadak dan roda mengunci, EBD-lah yang menentukan roda mana yang akan mendapat tekanan rem paling kuat. Kemudian saat pengemudi memutar setir kekiri atau kekanan, piranti ABS memberi sinyal untuk mengurangi tekanan pengereman pada roda tertentu agar kembali berputar, hingga mencegah roda tersebut mengunci dan mobil dapat dikendalikan sesuai kebutuhan.

BA/EBA (Brake Assistance)

BA merupakan singkatan dari “Brake Assistance” sedangkan EBA adalah “Emergency Brake Assistance“, yang secara bahasa keduanya berarti bantuan pengereman. BA dan EBA bukanlah fitur yang terpisah, melainkan dua istilah untuk satu fitur yang sama.
Fitur BA/EBA berfungsi meningkatkan tekanan rem dalam kondisi darurat. Fitur Brake  Assist ini dibuat karena menurut hasil penelitian, banyak kecelakaan dan tabrakan terjadi karena pengemudi menginjak rem kurang dalam pada kondisi darurat. Misalnya karena panik sedangkan jarak dengan objek tabrakan terlalu dekat.
Cara kerja BA/EBA dengan sensor yang memonitor kecepatan roda dan kekuatan injakan rem oleh pengemudi saat pengereman mendadak. Komputer secara otomatis memerintahkan penambahan tekanan kanvas rem jika pengemudi menginjak rem tidak terlalu kuat pada kondisi panic braking. Sebagai hasilnya, fitur ini mengurangi jarak henti hingga 20% jika dibandingkan pengereman tanpa fitur ini.
Pada mobil-mobil yang canggih di zaman sekarang, fitur BA/EBA dikombinasikan dengan ABS/EBD dan bahkan sudah ada fitur Auto Braking System yang menggunakan sensor untuk mendeteksi objek di depan mobil, sehingga secara otomatis mobil akan mengurangi kecepatan untuk menjaga jarak aman dengan mobil di depan dan menghentikan mobil jika akan menabrak walau pengemudi tidak menginjak rem.
Sistem pengerman otomatis
Sistem Pengerenam Otomatis untuk Mencegah Tabrakan, Sumber: bigrig-blogger.com
Demikian penjelasan kami, semoga bermamfaat bagi sobat yang membutuhkan informasi. Artikel ini kami buat dengan menyarikan penjelasan dari sumber berbagai blog dan website lain dan kami tidak melakukan copy-paste pada artikel-artikel tersebut, karena copy paste merupakan tindakan tidak terpuji yang tidak menghargai copyright karya tulis para pegiat dunia maya.
Jika sobat menemukan tulisan kami ini dicopy-paste oleh blogger lain yang tidak bertanggungjawab, mohon beritahu kami pada kolom komentar artikel ini.
Salam Otomotif!

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

3 thoughts on “Pengertian ABS, EBD, BA/EBA pada Fitur Pengereman Mobil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *