Wajah Mitsubishi Xpander Unik, Berbeda dari Mobil Mainstream

CaruserMagz.com – Mitsubishi New Small MPV, begitu sementara Mitsubishi ingin mobil barunya disebut. Namun semua tahu, nama low MPV calon penantang Toyota Avanza tersebut adalah Mitsubishi Xpander.

 

Penampakan versi produksi dari Mitsubishi XM-Concept ini terus dibocorkan sedikit demi sedikit oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), seolah terus memanaskan marketing-engine agar mobil ini selalu menghiasi jagat berita otomotif tanah air.

 

Belakangan, AutonetMagz berhasil mendapatkan foto penampakan depan Expander ini. Sangat cocok dengan teaser yang sebelumnya beredar, bahkan juga tak banyak berbeda dari XM-Concept yang sudah dipamerkan sejak setahun yang lalu.

 

Namun wajah MPV baru ini ternyata unik, karena berbeda dari pakem mobil mainstream saat ini. Hal itu sesuai dengan pernyataan Head of Public Relation Department PT MMKSI, Intan Vidiasari, yang mengatakan bahwa Mitsubishi ingin menghadirkan perbedaan yang mencolok dari small MPV yang sudah ada di pasaran.

 

“Karena small MPV merupakan segmen yang pemainnya banyak, masyarakat punya opsi banyak. Untuk bisa jadi pilihan, tentunya harus ada perbedaan yang harus menonjol,” Kata Intan Vidiasari pada media.

 

Menurut Intan, perbedaan itu bukan sekedar beda, tapi juga memberi kelebihan dari segi keselamatan. Jadi Mitsubishi tidak asal-asalan memberikan differensiasi tersebut.

 

“Karena agar tidak hanya punya diferensiasi eksterior dari kompetitornya, tapi juga dari sisi keselamatan penumpang juga baik,” Ujar Intan. “Kenapa kita main di segmen small MPV? Kita tidak asal masuk. Kita harus ngasih diferensiasi,” Tutupnya.

 

Lalu apa saja hal yang unik?
Baik dari versi konsep, teaser dan foto yang diperoleh media, terlihat Mitsubishi menghadirkan fascia berdesain Dynamic Shield  yang tajam khas Mitsubishi.

 

Berbeda dari mobil-mobil Mitsubishi dengan desain ini sebelumnya, keunikan wajah Mitsubishi Xpander ada pada tata letak lampunya. Dimana lampu utama dibuat berbentuk seperti foglamp yang besar. Bentuk housing lampu utama ini juga seperti pada umumnya untuk lampu kabut dengan posisi di bawah spot yang biasanya dijadikan posisi lampu utama pada mobil-mobil lainnya.

 

Sedangkan lampu sein berada di bawah lampu utama, jadi lampu utama dan sein berjejer secara vertikal, bukan horizontal seperti pada umumnya mobil masa kini. Lampu kabut atau fog lamp diletakkan di bawah grill radiator, hal itu terlihat dari versi konsep dan foto depan yang diperoleh media.

 

Lalu apa yang mengisi spot yang biasanya adalah lampu utama? Ternyata itu adalah lampu LED-Daytime Running Light (DRL) yang memberi estetika fascia depan MPV ini, sekaligus menjadi ciri khasnya hingga mudah dikenali baik siang maupun malam hari. DRL ini juga tentunya punya fungsi keamanan, yaitu meningkatkan visibilitas pengendara mobil lain terhadap mobil ini, sehingga kehadirannya dijalan mudah diketahui.

 

Hal yang banyak dikritik dari desain dynamic shield milik Mitsubishi adalah banyaknya aksen chrom atau over-chromed. Ternyata Mitsubishi mengambil langkah berani mengurangi aksen tersebut, dengan mengganti list grill atas dengan aksen sewarna body, tidak seperti versi konsep yang penuh chrom. Namun mungkin aksen chrom tersebut tetap akan ramai pada varian tertinggi.

 

Desain bertebar lampu dengan posisi seperti ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru, tapi sudah diterapkan pada mobil lain seperti Nissan Juke dan belakangan ada Hyundai Kona yang tidak dijual di Indonesia.

 

Jadi, sobat yang sudah punya uang untuk meminang MPV baru ini, siap-siap menikmatik keunikan dan kenyamanan MPV yang benar-benar breakthrough dari Mitsubishi. Semoga sesuai pakem Mitsubishi yang selalu menghadirkan mobil dengan kualitas dan kenyamanan yang baik serta tenaga yang powerful.

 

Salam Otomotif!

 

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *