Toyota Bikin SUV LCGC? Pasarnya Gemuk!

CaruserMagz.com – Demam LCGC sedang melanda pasar otomotif Indonesia. Hal tersebut terefleksi dari dominannya penjualan mobil murah tersebut. Harga yang terjangkau menjadi faktor penggoda yang utama bagi konsumen mobil di Indonesia, setelah akomodasi yang luas dan tampilan yang menarik.
Petinggi TAM beri sinyal bahwa Toyota berminat membuat SUV lcgc
Cermatnya Astra memadukan segmen MPV dan LCGC dengan menghadirkan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, menghasilkan penjualan yang legit bagi raksasa otomotif tersebut. Namun hal itu sekaligus menyebabkan mobil-mobil pada segmen lain atau brand lain menjadi lesu secara drastis, misalnya Datsun Go+ Panca yang penjualannya anjlok hingga 90% dari tahun lalu setelah duo Calya-Sigra hadir.
Segmen kedua yang sedang naik daun setelah MPV adalah Sport Utility Vehicle (SUV). Satu-satunya penghalang konsumen membeli mobil ini adalah harganya yang di atas MPV pada kelas yang sama. Misalnya low SUV dan low MPV, masih berselisih harga sekitar 50jutaan rupiah pada brand yang sama. Jika penghalang tersebut bisa dipecahkan oleh produsen mobil, maka sangat mungkin konsumen lebih memilih SUV daripada MPV.
Program Low Cost Green Car (LCGC) memberi peluang besar untuk memangkas harga SUV yang mahal, dan group Astra adalah yang paling mungkin mewujudkan SUV LCGC karena memiliki infrastruktur paling lengkap di Indonesia. Namun pembatasan volume mesin yang 1200cc, hanya memungkinkan SUV LCGC berada pada segmen entry level.
Menanggapi peluang tersebut, Executive GM PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan pada vivanews bahwa semua produsen mobil tertarik pada SUV entry level, karena marketnya besar dan belum ada pemainnya di segmen SUV LCGC.
Sederhananya begini, Toyota kan berkembang dari market MPV dulu, makanya yang entry itu kami masuk ke sama dulu dan kami lihat, tapi kalau keinginan (membuat SUV entry level), semua juga mau karena marketnya gemuk itu,” Ungkap Fransiskus.
Fransiskus juga mengatakan, “Ya lihatlah nanti, apakah akan main ke SUV entry level. Tapi yang jelas Toyota sudah melihat LCGC SUV itu belum ada pemainnya,” Ujarnya.

Opini

Pernyataan petinggi TAM tersebut seolah memberi sinyal bahwa Toyota Indonesia sudah mulai melirik kemungkinan dipadukannya segmen low SUV dan LCGC, layaknya Calya dan Sigra yang merupakan hasil perkawinan low MPV vs LCGC.
Apalagi sudah hadirnya mobil murah beraroma LCGC dengan tongkrongan Crossover, dari brand asal Prancis, Renault Kwid (Walau Renault katakan bahwa Kwid bukan LCGC), bisa dijadikan referensi bagaimana reaksi pasar pada SUV murah. Tinggal dilihat bagaimana tanggapan konsumen Indonesia pada Crossover mungil tersebut, bisa dijadikan bahan riset layaknya Datsun Go+ Panca yang sekarang sedang dibantai oleh Calya Sigra.
Menurut kami, Calya-Sigra yang merupakan paduan Low MPV dan LCGC saja bisa meledak dahsyat, apalagi TAM membuat mobil yang mirip Toyota Rush dengan dimensi sama dengan Calya, kapasitas 7 penumpang, ground clearance yang tinggi dan berbagai aksesoris khas SUV, mungkin akan kembali laris manis bahkan mengalahkan penjualan Calya Sigra itu sendiri. Asal harganya bersahabat, kalau pun lebih mahal hanya berselisih maksimal 10 juta saja dari Calya. 
Namun agar lebih ilmiah, sebaiknya pihak TAM melakukan riset pasar terlebih dahulu, misalnya dengan mengeluarkan mobil konsep dan rumor-rumor yang hot. dan tentunya mengambil waktu beberapa tahun lagi, agar line-up produk TAM sendiri tidak saling bersaing keras dan saling menggerus kue manis penjualannya.
Salam Otomotif!

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai kesehariannya yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *