UK Ujicoba Teknologi Mobil Otonom Terkoneksi, Libatkan Jaguar F-Pace, Ford Mondeo & Tata Tiago

CaruserMagz.com – Pemerintah United Kingdom (Inggris Raya) menggelontorkan dana 20 juta Euro (sekitar 286 Milyar Rupiah) untuk mendukung inisiatif teknologi mobil otonom (autonomous vehicle) oleh UK-Autodrive. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keteraturan lalu lintas kendaraan di Inggris, mengurangi kemacetan secara signifikan dan menghilangkan potensi kecelakaan lalu lintas.
Ujicoba Teknologi Mobil Otonom di Inggris, dilakukan di sirkuit tertutup menempuh lintasan 66 km.
Untuk melakukan ujicoba pada 3 teknologi mobil otonom, dipilih 3 mobil dari jenis yang berbeda, yaitu Range Rovers Jaguar F-Pace untuk jenis SUV, Ford Mondeo untuk Sedan dan mengejutkan untuk jenis citycar yang dipilih adalah Tata Tiago, small hatchback asal India yang awalnya bernama Tata Zika.
Berikut 3 teknologi canggih mobil otonom dan terkoneksi yang diujicoba:

1. Advance Highway Assist

Ini adalah teknologi overtaking (mendahului) mobil lain secara otomatis saat melaju di jalan tol tanpa intervensi dari pengemudi. Jika kendaraan di depan mengurangi kecepatan sampai di bawah limit yang ditetapkan, maka secara otomatis sistem radar mengecek kondisi jalan di jalur sebelahnya, jika kosong maka mobil akan langsung mengambil jalur lain dan mendahului kendaraan di depannya yang melambat.
Jadi teknologi ini sudah mengarah ke autopilot dimana mobil bisa benar-benar mengendalikan kemudi secara otonom sesuai kondisi jalan dan kendaraan lain disekitarnya. Dalam tahap yang lebih lanjut, akan ditingkatkan tidak hanya di jalan tol, tapi juga di jalan perkotaan yang ramai.

2. Green Light Optimal Speed Advisory (GLOSA)

Mobil dihubungkan dengan system lampu lalu lintas (traffic light), yang selanjutnya mengatur kecepatan mobil berdasarkan signal dari lampu jalan. Teknologi ini diujicoba pada mobil kecil asal India, Tata Tiago.
3 Mobil yang dipilih untuk Ujicoba Teknologi Autonomous and Connected Car – Jaguar, Tata dam Ford

3. Emergency Electronic Brake Light (EEBL)

Fitur ini berfungsi dengan konektifitas antara mobil satu dengan yang lainnya. Yaitu jika mobil di depan melakukan pengereman secara mendadak, secara otomatis mobil tersebut mengirim signal ke kendaraan di belakangnya, lalu mobil di belakang tersebut mengurangi kecepatan bahkan berhenti jika jaraknya sudah sangat dekat. Teknologi ini berfungsi bukan hanya pada kondisi hampir tabrakan, tapi juga mulai bekerja mengurangi kecepatan jika mobil yang melakukan pengereman panik dan keras pada jarak hingga 500 meter.  
Test ini dilakukan pada sirkuit tertutup sepanjang 66 km. Pada tahun 2017 mendatang direncanakan ujicoba di jalan tol umum. Sedangkan di tahun 2018, ditargetkan ujicoba dapat dilakukan di jalan raya terbuka dengan arus lalu lintas normal.
Luar biasa yah.. pemerintah UK mendukung bahkan menginisiasi kemajuan teknologi otomotif di negaranya. Artinya urusan pertarungan politik tidak lagi menjadi hal yang terlalu besar bagi para penguasanya, mungkin itulah salah satu sisi positif dari sistem pemerintahan monarki, sehingga mereka bisa berfokus pada kemajuan teknologi dan keteraturan kotanya secara lebih detail dan rakyat tidak dipusingkan dengan urusan perebutan kekuasaan para elit politik.
Salam Otomotif!

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Yayan Abdhi

"Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *