Takata Bangkrut karena Krisis Recall Airbags

CaruserMagz.com – Takata Corporation, perusahaan produsen perangkat otomotif terbesar di Jepang dikabarkan sedang dalam persiapan untuk segera mengumumkan kebangkrutan dalam bulan Juni 2017.

 

Hal ini merupakan akibat dari krisis finansial yang disebabkan oleh kewajiban Takata untuk menyediakan ratusan juta unit airbags pengganti diseluruh dunia. Seperti yang sudah sering dilaporkan media internasional, bahwa Takata menghadapi klaim dari banyak pabrikan mobil.

 

Takata harus mengganti airbagsnya yang bisa membahayakan pengguna mobil karena inflator yang meledak berlebihan. Klaim itu terus bertambah seiring terjadinya banyak insiden yang melibatkan airbags Takata.

 

Seperti dilaporkan Reuters (16/6) Pengajuan kebangkrutan ini merupakan salah satu syarat untuk deal dukungan finansial dari Key Safety Systems Inc, perusahaan pembuat suku cadang mobil di Amerika Serikat. Kesepakatan dengan Key Safety tersebut merupakan hasil dari negosiasi selama berbulan-bulan sebelumnya.

 

Reuters mendapat pengakuan dari orang penting di Key Safety, bahwa Key akan mengakuisisi asset Takata sebagai bagian dari restrukturisasi akibat kebangkrutan. Dilaporkan juga bahwa Key Safety akan membentuk perusahaan baru untuk mengoperasikan fasilitas Takata.

 

Key Safety setuju untuk membeli asset Takata senilai 180 Miliar Yen ($1,6 Milyar) atau sekitar 21,28 Triliun Rupiah. Key akan melanjutkan kegiatan produksi perangkat otomotif yang selama ini dijalankan Takata, seperti airbags, sabuk pengaman dan lainnya. Namun Perusahaan baru di bawah Key Safety ini tidak wajib menjalankan kewajiban yang ditinggalkan Takata.

 

Baik petinggi Takata maupun Key Safety yang berpusat di Michigan Amerika Serikat, masih menolak berkomentar terhadap pemberitaan media. Namun bursa Tokyo menyatakan bahwa pihaknya telah menghentikan perdagangan saham Takata, sebagai akibat laporan media terkait persiapan pengajuan kebangkrutan tersebut. Pada penutupan terakhir, saham Takata masih bernilai $360 juta.

 

Akibat dari kebangkrutan ini adalah masalah yang akan dihadapi produsen mobil yang telah mengajukan klaim ke Takata. Karena produksi airbags pengganti akan terganggu atau malah terhenti sama sekali. Data terakhir yang dilaporkan Reuters, lebih dari 65% dari 46,2 juta unit airbags Takata yang harus diganti di Amerika Serikat saja, belum dikirim.

 

Pada Januari 2017, Takata mengaku bersalah melakukan kesalahan kriminal dan membayar $1 miliar untuk menyelesaikan penyelidikan Departemen Kehakiman AS terhadap inflator airbags yang terkait dengan sekurangnya 16 kematian dan lebih dari 180 cedera di seluruh dunia.

 

Tiga mantan eksekutif Takata didakwa melakukan kesalahan kriminal pada Januari lalu sehubungan dengan cacat keamanan. Takata telah membayar denda sebesar $25 juta dan $125 juta untuk dana kompensasi korban, termasuk untuk kemungkinan kejadian di masa mendatang. Selain itu, dilaporkan bahwa Takata terhutang senilai 850 juta dollar Amerika kepada produsen otomotif di seluruh dunia pada awal tahun 2018.

 

Recall terkait inflator airbags Takata ini dimulai pada tahun 2008 dan melibatkan sekitar 100 juta inflator di seluruh dunia yang digunakan pada kendaraan yang dibuat oleh 19 produsen mobil, termasuk Honda, Ford, Volkswagen dan Tesla. Diperkirakan recalls akan berlanjut hingga setidaknya akhir 2019.

 

Bulan Mei lalu, 4 produsen mobil termasuk Toyota Corp menyetujui penyelesaian total senilai $553 juta untuk menangani klaim yang mencakup hampir 16 juta kendaraan yang direcall terkait inflator Takata.

 

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai kesehariannya yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *