Suzuki S-Cross Terkena Penarikan Kembali di India, 20.427 Unit Terindikasi Cacat Produksi

CaruserMagz.com – Salah satu mobil bergenre crossover yang cukup atraktif di India adalah Maruti Suzuki S-Cross. Mobil kecil berpenggerak roda depan ini merupakan facelift dari mini SUV yang di Indonesia dikenal dengan nama Suzuki SX4.

Suzuki S-Cross
Suzuki S-Cross Kena Penarikan Kembali (Recall)
Pada peluncurannya di tahun 2015, mobil ini cukup heboh dibahas di berbagai media India, tapi sayang penjualannya hingga pertengahan 2016 ini ternyata tidak seheboh pemberitaannya. karena mobil ini terlalu mahal bagi konsumen otomotif di India. Masyarakat India lebih  menyukai fungsionalitas dari pada style dan kualitas interior, hal ini terefleksi dari larisnya mobil-mobil murah seperti LCGC dengan fitur yang minim dan kualitas yang seadanya.
Penjualan yang kurang sesuai ekspektasi tersebut ditambah lagi dengan hal kurang menyenangkan yang berpotensi menggerus angka penjualan lebih dalam. 20.427 unit Suzuki S-Cross akan ditarik kembali karena terindikasi ada cacat produksi pada bagian sistem pengereman. Unit yang akan di-recall adalah varian bermesin 1.3 dan 1.6 liter, yang diproduksi pada rentang tanggal 12 Februari hingga 20 April 2016.
Cukup mengerikan bukan, Sobat bisa bayangkan jika saat mengemudi pada kecepatan tinggi, kemudian terjadi gagal fungsi pada rem, baik pengemudi maupun penumpang dapat kehilangan kesadaran, ketika siuman sudah di alam baka semua.. hiiiks..(horrible).
Suzuki S-Cross ini lebih banyak diekspor ke Eropa dari pada terjual di India. Untuk meningkatkan angka penjualan, Suzuki India memberikan diskon besar-besaran, namun mungkin karena standar fitur dan kualitas interior dan eksterior Eropa menjadikan mobil berfitur 4WD ini terlalu mahal, sehingga kurang laris di India.
Agar tetap menjaga brand image yang sudah baik, Maruti Suzuki akan memamfaatkan momen penarikan kembali ini sebagai “Service Campaign” dengan melakukan pengecekan dan penggantian komponen pengereman yang bermasalah secara cuma-cuma. Bahasa halusnya, kamuflase recall dengan merubah istilah menjadi kampanye servis.

Gambaran Singkat

Suzuki S-Cross dipersenjatai dengan mesin buatan Fiat yang dinamai DDiS. S-Cross dengan mesin 1,3 Liter bertenaga maksimum 90 HP dengan torsi 200 Nm, sedangkan tipe 1,6 Liter, mampu menghasilkan tenaga 120 HP dan torsi 320 Nm. Tenaga yang cukup kecil untuk ukuran mobil crossover.
Hal yang menarik pada mobil transformasi Suzuki SX4 ini adalah kabinnya yang dibuat lebih luas dari versi sebelumnya, karena mobil ini dibuat lebih panjang dari SX4, yaitu hingga 4,3 meter. Sayangnya pada versi Eropa, fitur full panoramic sunroof mengharuskan bagian atap dibuat lebih tebal, sehingga mengurangi head room pada kabin belakang. Hal yang unik dari mobil ini adalah fitur penggerak 4 roda yang dapat diaktifkan saat dibutuhkan.
Interior Suzuki S-Cross
Interior Suzuki S-Cross yang nampak mewah dan lapang

Suzuki S-Cross di Indonesia

Hingga pertengahan tahun 2016 ini, belum ada kabar jelas apakah Crossover Suzuki ini akan ikut meramaikan pasar otomotif di Indonesia. Rumor yang telah berhembus sejak akhir tahun 2015, SX4 facelift ini akan diluncurkan pada pertengahan 2016, kemungkinan paling dekat adalah pada event GIIAS 2016 yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.
Bila kita lihat dari sisi performa mesin, mobil ini akan kalah telak dari Crossover pabrikan-pabrikan jepang yang lain seperti Honda HRV, Nissan Juke dan Mitsubishi Outlander. Tetapi jika Suzuki cukup cermat, konsumen Indonesia dapat digoda dengan 3 hal, yaitu fitur yang berlimpah (jika tidak didegradasi dari versi India), tampilannya yang atraktif beraroma eropa dan tentunya harga yang terjangkau.
Jika jadi diluncurkan di Indonesia, berdasarkan pernyataan dari pihak ATPM Suzuki, kemungkinan mobil ini tidak akan diimpor dari India, melainkan diproduksi di dalam negeri. Hal yang umum terjadi jika bukan CBU, fitur-fitur akan banyak dikurangi dibanding versi India, apalagi versi Eropa.
Semoga kasus recall seperti ini tidak akan terjadi untuk produk-produk otomotif yang diproduksi di Indonesia. Tapi sepertinya sangat jarang mobil-mobil di Indonesia terkena recall, kita tidak tahu apakah karena produk-produk otomotif di Indonesia memang bagus atau karena standar kualitas hanya tulisan di atas kertas, tapi pengawasan hanya basa-basi, sebagaimana kita ketahui, semua hal dapat diberi harga di negara kita dan everything can be hidden to the deepest ocean.
Salam Otomotif!

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai kesehariannya yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *