Suzuki Ignis Laris Manis, Bukti Tampilan Eksterior Faktor Penting Penjualan

CaruserMagz.com – Suzuki Ignis menjadi salah satu mobil yang kehadirannya cukup fenomenal di Indonesia. Sejak dipamerkan pada ajang GIIAS 2016, Ignis menjadi salah satu citycar yang ditunggu konsumen Indonesia. Benar saja, Ignis langsung laris manis setelah resmi diluncurkan.

 
Sejak diluncurkan di ajang IIMS pada April 2017, hingga akhir Juni PT Suzuki Indonesia Sales (SIS) telah mengirimkan Ignis yang dipesan sebanyak 5.524 unit. menurut data GAIKINDO yang mencatat pengiriman unit ke dealer.

 
Sedangkan dalam hal Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), ternyata Ignis dipesan sebanyak 7.449 unit hingga 15 Juni 2017. Itu jauh melampaui target penjualan yang ditetapkan SIS sebanyak 2.000 unit per bulan.

 
Angka penjualan tersebut membuktikan bahwa Ignis sangat diminati konsumen Indonesia. Ternyata minat yang besar tersebut lebih disebabkan faktor tampilan eksterior Ignis yang dinilai menawan oleh banyak pembelinya.

 
Ignis memang menyuguhkan tampilan yang segar dan benar-benar unik. Desain eksterior Ignis sangat menggoda orang-orang muda yang baru akan membeli mobil pertamanya. Tampilan Suzuki Ignis berkesan retro-modern di eksterior dan terlihat sangat kekinian di interior.

 
Peminat urban SUV ini merasa bahwa Ignis sangat worth untuk dibeli, karena dengan budget yang setara untuk membeli LCGC atau small hatchback, mereka mendapatkan mobil impian dalam banyak hal. Antara lain tampilan yang gagah, terlihat modern dan fitur berlimpah.

 
Meskipun dalam banyak hal, sebenarnya Suzuki Ignis masih butuh banyak improvement untuk dikatakan sempurna. Misalnya transmisi AGS yang membuat impresi mengendarai Ignis menjadi tidak nyaman, bahkan banyak disebut sebagai transmisi yang aneh oleh reviewer professional. Walau demikian, varian bertransmisi AGS ini menjadi yang terlaris, yaitu 48% dari total penjualan.

 
Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Ignis Indonesia

 
Keluhan pengguna terkait transmisi AGS ini ternyata sangat banyak. Tidak sedikit diantaranya mengungkapkan penyesalannya memilih varian GX-AGS. “Mending beli tipe manual sekalian”, begitu ungkapan mereka.

 
Transmisi AGS menggantikan fungsi pedal kopling manual dengan modul komputer. Sedangkan modul tersebut tidak berfungsi secara presisi dalam menentukan gigi transmisi yang tepat, sehingga posisi gigi AGS sering hunting dan menyebabkan Ignis seperti kehilangan tenaga.

 
Dari segi mesin dan tenaga Ignis juga sebenarnya tidak begitu atraktif, karena hanya bertenaga 83 ps dan torsi 113 Nm. Itu bukan angka yang terdengar cocok untuk jenis mobil yang disebut SUV. Bahkan kalah oleh Toyota Agya facelift yang bertenaga 88 ps.

 
Dalam hal pengendalian, Ignis juga bukan mobil yang fun-to-drive. Karena bodynya yang tinggi ditambah bobot yang terlalu ringan, yaitu 860 kg saja, membuat mobil ini terasa sangat limbung di kecepatan tinggi.

 
Namun ternyata berbagai kekurangan tersebut tidak begitu berpengaruh pada penjualan, karena ternyata konsumen Indonesia lebih tergoda pada tampilan eksterior dan interior  citycar bergenre SUV ini.

 
Hal-hal yang menarik dari Ignis antara lain: tongkrongan ala SUV yang terlihat ganteng, tampilan fascia depan yang modern dengan LED positioning lamp, fitur start-stop engine button, AC digital, desain dashboard dan kursi yang berkesan modern. Hal-hal tersebut ternyata lebih menggoda.

 
Sedangkan urusan mesin, transmisi dan pengendalian, bukanlah faktor-faktor yang kasat mata langsung terlihat. Suzuki sepertinya banyak belajar dari nasib Celerio yang hampir sama sekali tidak dilirik konsumen Indonesia. Tampilan Celerio seperti LCGC namun berharga pada level small hatchback.

 
Ignis menjadi antithesis dari Celerio dan memberi kue manis bagi Suzuki di pasar citycar Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa tampilan eksterior menjadi faktor penting dalam penjualan mobil di Indonesia, sedangkan faktor yang tidak kasat mata tidak menjadi pertimbangan mayoritas konsumen di Indonesia.

 
Tampilan yang keren dan harga yang terjangkau adalah kombinasi terpenting bagi konsumen otomotif Indonesia. Hal itu juga terbukti dari larisnya Datsun Go dan Go+ Panca pada tahun-tahun awal kehadirannya, sebelum dilibas oleh duo Calya-Sigra.

 
Salam Otomotif!

 

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai kesehariannya yang menyenangkan.

One thought on “Suzuki Ignis Laris Manis, Bukti Tampilan Eksterior Faktor Penting Penjualan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *