Ini Sebab Mobil LCGC Dilarang jadi Taksi Online Menurut Kepala UP-PKB Dishub DKI Jakarta

CaruserMagz.com – Menyambung posting kami sebelumnya mengenai pelarangan mobil-mobil LCGC dijadikan taksi online dengan “Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016“. Tentu banyak sobat pembaca yang ingin mengetahui apa alasannya sehingga mobil LCGC dianggap tidak layak dijadikan taksi online.

lcgc dilarang jadi taksi online
LCGC tidak memenuhi syarat dijadikan taksi online karena kurang dari 1300cc
Pelarangan tersebut terkait kapasitas mesin mobil LCGC yang maksimal hanya 1200cc sedangkan ketentuan dalam peraturan menteri perhubungan tersebut mensyaratkan minimal kapasitas mesin 1300cc.
Berbicara kepada jurnalis Beritasatu.com, Kepala UP Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Pulogadung Dishub DKI Jakarta, Muslim menyampaikan beberapa alasan mengapa mobil-mobil LCGC tidak diperbolehkan jadi armada taksi online, atau angkutan umum tidak dalam trayek tertentu.
Dari lansiran berita di beritasatu.com (5-Okt-2016), inti dari pelarangan tersebut adalah untuk memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi penumpang. kami rangkumkan sebagai berikut:
1. Kapasitas mesin yang kecil membuat tenaga mobil LCGC berkurang saat membawa empat penumpang dan AC dinyalakan. Sehingga pada kecepatan tinggi kestabilan mobil akan berkurang.
2. Teknologi rem tidak memakai Antilock Braking System (ABS).
3. Bobot kendaraan yang ringan menyebabkan mobil-mobil LCGC kurang stabil. 
Muslim menambahkan seharusnya kendaraan yang dijadikan angkutan umum memiliki SPM atau Standar Pelayanan Minimal, yang menjamin keselamatan penumpang. Misalnya kestabilan, kenyaman dan keamanan.

Opini

Dari pemberitaan yang mengutip pernyataan Kepala UP-PKB Dishub DKI tersebut, jika alasannya adalah masalah kestabilan, tenaga dan teknologi rem, maka alangkah baiknya jika standar tersebut juga diterapkan pada semua angkutan umum, bukan hanya untuk yang tidak dalam trayek tertentu. Karena keselamatan merupakan hak semua penumpang, baik yang dalam trayek seperti angkot dan bus kota maupun taksi online.
Lalu bagaimana dengan regulasi yang mengatur standar mobil-mobil LCGC, jika sudah diketahui mobil murah tersebut tidak memenuhi unsur keselamatan, seharusnya pemerintah merubah standar tersebut untuk memberi jaminan keselamatan bagi pemilik mobil bersubsidi tersebut.
Angkutan umum seperti angkot yang ber-cc kecil juga masih banyak dan juga tidak memenuhi unsur keselamatan. Seharusnya hal tersebut juga diatur dan diterapkan, agar penumpang angkutan umum terjamin keselamatan dan keamanannya.
Salam Otomotif!

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

14 thoughts on “Ini Sebab Mobil LCGC Dilarang jadi Taksi Online Menurut Kepala UP-PKB Dishub DKI Jakarta

  • October 13, 2016 at 6:03 am
    Permalink

    Itu kepala up pengujiannya dan menterinya coba suruh bawa mobil taxi online sama Angkot, mana yg lebih parah kondisi mobilnya, dan pihak pabrikan yg menjual mobil Distop penjualan mobilnya, aneh juga yg membuat peraturannya, kenapa ya pabrikan buat mobil lcgc disupport, tapi akhirnya mobil dibilang gak aman, apa juga jaminan naik mobil bermerek kalau ada di jalan pasti aman,kalau ada yg aman saya mau beli mobilnya, ya pokoknya kalau terjadi sesuatu kita tidak mati, sdh pasti tuh mobilnya laku keras, sungguh ironis lihat kondisi peraturan menteri yg tidak jelas.

    Reply
  • October 13, 2016 at 8:50 am
    Permalink

    Mungkin itu baru pendapat pribadi Kepala Up_PKB nya mas irvan. Bisa jadi ada alasan lain seperti untuk mencegah agar jalan tidak makin macet oleh banjirnya mobil di kota2 besar, karena makin mudahnya orang beli mobil lcgc dan dijadikan taksi online.

    Reply
  • October 13, 2016 at 8:52 am
    Permalink

    Untuk Sobat pembaca, harap berkomentar dengan santun dan tidak mengeluarkan kata-kata makian. Kami tidak akan menayangkan komentar yang bermuatan caci maki dan kata-kata yang tidak sopan.
    Terimakasih

    Reply
  • October 26, 2016 at 12:21 pm
    Permalink

    Seharusnya mobil on line masuk ke kementerian ekonomi kreatif, kalo kementrian perhubungan ngurusin angkot, taksi, bus aja hasilnya tidak bagus, di tambah on line. Kasihan bisa mati suri mobil online.

    Reply
  • October 29, 2016 at 8:29 am
    Permalink

    gue sih setuju aja kalo mobil lcgc dilarang jadi taxi online.

    1. kalo lcgc untuk mobil pribadi yah nyetir sendiri resiko sendiri….. tapi kalo jadi taksi kan ada tanggung jawab si supir terhadap kenyamanan dan keselamatan penumpang, dan untuk taksi online harusnya ada penyeragaman jenis kendaraan

    2. udah dibuatkan aturan agar masyarakat bisa beli mobil murah, masih ada aja yg ngeluh. kayaknya gak bisa satu jenis mobil sanggup memenuhi semua kebutuhan, yah disesuaikan dengan fungsinya masing2. jadi yah realistis aja lah

    Reply
  • November 11, 2016 at 3:48 pm
    Permalink

    mau tanya suhu ,,,sepertinya toyota calya ada yg 1300 cc nya,bisa gk ya untuk online ?
    terima kasih,mohon pencerahannya

    Reply
  • November 11, 2016 at 3:51 pm
    Permalink

    Setahu saya cuma ada 2 tipe Calya, yaitu E dan G. dan keduanya 1200cc.

    Reply
  • December 5, 2016 at 8:46 am
    Permalink

    Maaf mau tanya pak Yayan..
    apabila mobil non LCGC/non Subsidi seperti Honda Brio RS apakah masih bisa dipakai untuk taxi online?
    dilihat dari spesifikasi keselamatan dan keamanan sudah memenuhi syarat.
    Terima Kasih

    Reply
  • December 5, 2016 at 8:49 am
    Permalink

    Yang penting cc nya minimal 1300 bro Daniel. Honda Brio generasi pertama kan cc-nya 1300 tuh, jadi seharusnya bisa dong yah..
    nah tapi kan Brio Facelift 2016 cc-nya diturunin jadi 1200, jadi berdasarkan peraturan menhub ybs, Brio Facelift 2016 gak bisa lagi dijadiin taksi online.

    Reply
  • December 11, 2016 at 9:31 pm
    Permalink

    waduh,ini namanya penistaan mobil LCGC berdasarkan larangan 3 poin diatas..,
    jika tidak stabil knp bs lolos ke pasar..?
    #tanya_kenapa

    Reply
  • February 26, 2017 at 9:52 pm
    Permalink

    Aneh alasan'a, dilarang jadi angkutan umum /taksi online karena spesifikasinya terutama yg berkenaan dengan keamanan penumpang yg minim…lalu kenapa di izinkan pabrikan bikin mobil yg serba minim fitur keamanan'a ??? Lalu klo pun alasan fitur keamanan yg minim,siapa bilang mobil kelas LCGC minim/ga ada fitur keamanan seperti ABA,SRS Airbag ??

    Reply
  • March 7, 2017 at 1:43 pm
    Permalink

    Yg pasti mobil pak mentri di atas 1300cc šŸ˜ aman dan tidak mudah kecelakaan….dibawah 1300cc tidak aman

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *