Beda Honda Brio Facelift 2016 dan Lama. Eksterior, Interior, Mesin dan Fitur

CaruserMagz.comHonda Brio, Small hatchback andalan Honda yang juga mempunyai versi LCGC ini, telah mendapatkan facelift pada tahun 2016. Bagi peminat mobil kecil ini, tentunya menjadi sebuah kebutuhan untuk mengetahui apa saja beda Honda Brio Facelift 2016 ini dari versi lawas.

 
Bagi Sobat yang sebelumnya tidak berminat membeli Brio karena beberapa kekurangan versi lama, mungkin akan menemukan sesuatu yang membuat Sobat menjadikan Honda Brio sebagai pilihan.

 
Atau bagi Sobat yang masih menimbang-nimbang apakah akan membeli Honda Brio bekas versi lawas dengan harga terjangkau, atau membeli Honda Brio baru versi Facelift dengan budget yang lebih banyak, tapi mungkin perubahan dan tambahan fitur dibanding versi lama akan memberikan kepuasan tersendiri.

 
Untuk membantu Sobat yang memerlukan informasi detail dan lengkap mengenai apa saja perubahan yang membedakan Honda Brio Facelift 2016 dengan Honda Brio versi lama, silahkan simak ulasan kami berikut ini:

 

Perubahan Tampilan Eksterior

 

Tampilan eksterior adalah hal yang wajib untuk dipermak pada suatu facelift. Perubahan eksterior pada Honda Brio Facelift 2016 yang membedakannya dari Honda Brio versi lama adalah pada bagian wajahnya.

 

Eksterior Depan

Dibandingkan dengan wajah Brio versi lawas yang kental nuansa LCGC-nya, Honda Brio Facelift 2016 lebih manis dan elegan, seolah mengembalikan aura kemewahan mobil-mobil Honda.

Berbeda dengan Brio lama yang grill atasnya terpisah dari headlamp, Brio Facelift terlihat lebih cantik dengan grill atas yang bersambung dengan head lamp dan design front bumper yang mirip dengan yang ada pada Mobilio.

Perbandingan Wajah Honda Brio Facelift 2016 dan Brio Lama
Perbandingan Wajah Honda Brio Facelift 2016 dan Brio Lama

Bentuk Head lamp masih sama dengan versi lama, hanya saja pada tipe RS, Brio facelift sudah dilengkapi projector headlamp dengan pernak-pernik LED di dalamnya.

Sepertinya Honda Brio tidak mau kalah dari KIA Picanto Platinum dan Daihatsu Sirion dalam hal keindahan lampu utamanya. Namun rasanya projector head lamp dengan DRL pada KIA Picanto masih lebih sedap dipandang dari milik Brio RS.

 

Eksterior Samping

Dilihat dari samping, tidak ada perbedaan signifikan antara Honda Brio Facelift 2016 dan Brio versi generasi pertama, bentuk keseluruhan dan garis-garis aerodinamis masih sama.

Perbedaan Samping Brio Facelift 2016 dan Brio Lama
Perbedaan Samping Brio Facelift 2016 dan Brio Lama

Perbedaan yang dapat dilihat adalah adanya side skirt di bagian bawah dan perubahan pada spion yang lagi-lagi disamakan dengan Honda Jazz, BRV dan Mobilio.

Jika pada Brio lama lampu sein diletakkan pada body bagian samping di bawah spion, maka pada Brio Facelift sein dengan LED diletakkan pada spion. Tapi sein LED ini hanya ada pada tipe RS, sedangkan Brio Satya spionnya tidak dilengkapi lampu sein.

Jika pada Brio Satya versi lama masih menggunakan velg kaleng 14 inci, maka pada Brio satya Facelift sudah menggunakan velg alloy. Sedangkan pada Honda Brio Facelift tipe RS, sudah dipercantik dengan Alloy Wheel 15 inci yang bermotif multi spoke dan 2 warna (two tone).

 

Eksterior Belakang

Bentuk keseluruhan belakang juga sama, hal yang membedakan Honda Brio Facelift dari versi lama adalah tambahan garnish sewarna body pada bagian bawah kaca, seolah-olah menjadi body pada pintu belakang, tapi sebenarnya hanya ditempel pada kaca pintu belakang. Ada juga garnish chrom di bawah emblem lambang Honda.

Perbandingan Belakang Honda Brio Facelift 2016 dan Brio Lama
Perbandingan Belakang Honda Brio Facelift 2016 dan Brio Lama

Pada Brio Satya facelift, tidak banyak perubahan dibanding versi sebelumnya. Pintu belakang masih dengan tampilan full kaca dan pada Satya tipe S, masih tidak ada wiper belakang.

 

Perubahan Interior

 

Perubahan interior yang dilakukan Honda pada Brio, masih satu paket dengan facelift Mobilio. Sehingga Honda dapat dikatakan menyamakan platform semua jenis mobilnya yang berharga menengah ke bawah.

Ada 4 mobil yang design interiornya berbasis design yang sama, yaitu Jazz, Mobilio, BRV dan Brio, seperti saudara kembar empat dengan ukuran yang berbeda. Apakah para designer Honda kehabisan ide dan kreatifitas? atau ini strategi menghemat biaya produksi. Tapi kenapa harga mobil-mobil itu masih mahal sekali yah.

 

Dashboard

Sama halnya dengan facelift pada Mobilio, ada pembedaan antara kelas Brio. Dashboard Honda Brio Satya facelift dibuat dengan dua warna, yaitu hitam dan beige. Sedangkan Brio RS full hitam seperti Mobilio RS dan BRV.

Perbedaan Dashboard Brio Facelift 2016 dan Brio Lama
Perbedaan Dashboard Brio Facelift 2016 dan Brio Lama

Dari bentuk designnya, dashboard Brio baru ini sudah lebih baik dari versi sebelumnya yang sangat kental dengan aroma LCGC yang seadanya. Tapi kualitas bahan Honda Brio Facelift 2016 ini masih kurang memuaskan, karena masih berkesan murahan baik dari bahan plastik keras maupun finishingnya yang kurang presisi, sehingga banyak celah-celah yang terlalu renggang.

Mungkin tidak banyak orang yang akan memperhatikannya. Jika hal tersebut dilakukan untuk cost cutting, rasanya Honda kebangetan. Namun jika itu karena keteledoran para insinyurnya, hal ini akan menurunkan nama baik Honda sebagai pembuat mobil-mobil yang relatif mahal.

 

Head Unit

Head Unit pada Brio Facelift 2016 ini sama dengan milik Honda Mobilio dan BRV. Head unit merk JVC double din untuk Brio Satya tipe E dan Layar sentuh 6.2 inci pada Brio baru tipe RS. Dibanding  pada Brio versi lawas, tentu Head Unit pada facelift ini lebih sedap dipandang.

 

Air Conditioner (AC)

Masih satu paket dengan facelift Mobilio, AC pada Brio 2016 nampak lebih canggih dan elegan dibanding Brio versi lawas, karena sudah meninggalkan pengaturan ala kompor gas menjadi digital. Sayangnya AC digital tersebut tidak dilengkapi fitur otomatis seperti pada Mitsubishi Mirage Exceed dan Nissan March XS.

 

Kursi

Perubahan pada kursi Brio Facelift yang membedakannya dari kuri Brio lama hanyalah pada warna, motif dan jahitan pabric saja. Bahan pelapis jok tersebut sudah cukup halus dibanding Brio lama dan motifnya lebih sedap dipandang.

Motif Kursi baru pada Honda Brio Facelift 2016
Motif Kursi Baru pada Honda Brio Facelift 2016

Sedangkan bentuk dan designnya tidak ada perubahan sama sekali, masih dengan headrest yang menyatu dengan kursi pada baris pertama, dan sebuah benjolan kecil pada kursi belakang yang mungkin tidak bisa disebut headrest.

Jadi semua headrest Honda Brio ini masih tidak adjustable. Serta jok yang tipis masih dipertahankan oleh Honda, sehingga jika kita memegang busanya dengan cukup kuat, kita bisa merasakan tulang kursi Honda Brio ini.

Dalam hal kursinya, Honda Brio ini masih bernuansa LCGC, walau pada tipe RS yang notabene yang termahal. Nissan March facelift, KIA Picanto dan Hyundai Grand i-10 lebih baik dari Brio dalam hal design kursi dan keamanan bagi penumpang belakang terkait head rest.

 

Kepraktisan

Kepraktisan Honda Brio Facelift 2016 tidak ada perbedaan dengan versi sebelumnya. Masih standard small hatchback pada umumnya, bahkan kepraktisan Honda Brio bukanlah yang terbaik dikelasnya.

Honda memaksimalkan ruang penyimpanan Brio di kabin depan, sedangkan kabin belakang kepraktisannya sangat minim. Mungkin karena mobil ini dirancang untuk keluarga muda dengan anak-anak yang masih kecil atau untuk orang-orang remaja yang kabin belakangnya lebih sering digunakan sebagai bagasi saja.

Di kabin depan ada 4 cup holder, yaitu 2 di konsol tengah dan 2 di door trim, 1 glovebox, 1 ruang penyimpanan terbuka di konsol tengah, 2 di masing-masing door trim, dan 1 di belakang tuas rem tangan. Sedangkan di kabin ke dua hanya ada kantung di belakang kursi depan serta tidak ada ruang penyimpanan dan cup holder di door trim.

Bagasi Honda Brio Facelift 2016 ini masih sama dengan versi lawas, karena tidak ada perubahan dimensi. Bagasi Brio adalah yang tersempit di kelasnya dan pelipatan kursi belakang tidak dapat rata penuh seperti pada KIA Picanto.

 

Perbedaan Mesin

 

Mesin Honda Brio Facelift 2016 diperkecil 100cc dari versi sebelumnya yang 1300cc. Namun dengan mesin baru 1200cc tersebut, Brio facelift mempunyai tenaga 90HP, lebih besar 2HP dibanding Brio lama yang bertenaga 88HP. Sedangkan torsi Brio facelift ini sebesar 110 Nm.

Perubahan pada transmisi juga membuat honda Brio Facelift 2016 berbeda dari Brio lawas. Transmisi otomatis Torque Converter sudah diganti dengan Transmisi CVT. Tentunya CVT akan membuat perpindahan gear transmisi akan terasa lebih halus.

 

Penambahan Fitur

 

Pada tipe RS sudah ada fitur steering audio control, atau tombol-tombol pengaturan audio system dari lingkar kemudi. Fitur tilt steering tanpa telescopic masih dipertahankan seperti pada Brio lawas.

Pada speaker, ada penambahan pada tipe RS, yaitu 2 tweeter di pilar A, sehingga jika Brio lama hanya mempunyai 4 speaker pada semua tipe, maka Brio facelift tipe RS sekarang mempunyai 6 speaker.

Mengenai fitur keamanan kurang lebih masih sama dengan Brio lama, yaitu dual airbags dan side impact beam pada semua tipe, fitur rem ABS dan EBD pada tipe RS dan Satya CVT. Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya perbedaan lain adalah pada Head Unit, control AC digital pada setiap tipe dan lampu sein LED pada spion.

Selain yang kami jelaskan di atas, tidak banyak penambahan fitur pada Honda Brio facelift ini dibanding Brio generasi pertama. Honda masih mempertahankan handling dan kenikmatan mengemudi sebagai kelebihan andalan Brio, dibanding menambah kenyamanan dan keluasan kabin.

 

Varian dan Harga

 

Jika pada Brio versi lawas, hanya ada transmisi manual pada tipe Satya yang dibuat untuk bertarung di kelas LCGC, maka pada Facelift ini, sepertinya Brio Satya dinaikkan kelasnya dari LCGC ke small hatchback agak premium, yaitu dengan penambahan varian Brio Satya CVT yang bertransmisi otomatis.

Layaknya Honda Mobilio dan BRV, Brio juga dibuat versi RS yang merupakan varian termewah dengan fitur terlengkap dan tampilan paling atraktif dibanding Brio Tipe lainnya.

Perbedaan varian tersebut tentunya akan berkonsekuensi perbedaan harga. Varian Brio termurah adalah Satya bertransmisi manual yang di bandrol 150Jutaan, sudah tidak murah lagi untuk ukuran mobil LCGC, padahal fiturnya masih kental citarasa LCGCnya. Sedangkan tipe RS yang termahal sekitar 175 jutaan. Harga yang fantatis untuk small hatchback sekecil Brio bukan??

Sebagaimana sudah kita kenal, Honda adalah pembuat mobil-mobil dengan harga yang relatif mahal dibanding brand lain untuk mobil-mobil yang sekelas. Semoga Honda tidak terus mengurangi kualitas produk-produknya dengan harga yang makin dinaikkan tersebut, hanya demi keuntungan besar yang instan.

Karena penurunan kualitas dengan harga yang tetap mahal berpotensi mengurangi kepuasan konsumen dan pada jangka panjang konsumen kapok dan berpindah ke lain merk.

 

Kesimpulan

 

Demikianlah ulasan kami mengenai perbandingan antara Honda Brio Facelift 2016 vs Honda Brio Generasi Pertama. Perubahan yang dilakukan Honda sebenarnya tidak begitu signifikan karena secara keseluruan bentuk Brio Facelift ini masih sama dengan versi lawas.

Tetapi perubahan fascia dan interior cukup menjawab kritik dan masukan pengguna Brio dan para pecinta otomotif, sehingga Honda Brio Facelift ini terlihat lebih cantik dan lebih berkelas.

Sayangnya finishing dari Honda Brio ini masih seperti dikesampingkan oleh Honda. Mungkin karena berdasarkan penelitian pada konsumen, jarang orang yang menjadikan detail finishing sebagai dasar menentukan pilihan terhadap mobil, sehingga Honda mengambil peluang itu untuk melakukan penurunan biaya produksi (cost reduction).

Namun tetap saja ketidak sempurnaan adalah sesuatu yang tidak sedap untuk dimiliki. Dalam hal detail finishing yang rapi dan presisi serta kualitas bahan interior dan eksterior, KIA Picanto dan Hyundai i-10 masih jauh mengungguli Honda Brio Facelift 2016 ini.

Semoga informasi yang kami sajikan ini berguna bagi Sobat pecinta dan peminat Honda Brio. Selamat memilih mobil impian Sobat, semoga mendapatkan yang terbaik!

Salam Otomotif!

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

39 thoughts on “Beda Honda Brio Facelift 2016 dan Lama. Eksterior, Interior, Mesin dan Fitur

  • May 29, 2016 at 10:13 pm
    Permalink

    Menurut penulis worth beli brio satya facelift 2016 atau beli bekas brio ckd 2015?
    Dilihat dari segi fitur dan estetikanya

    Reply
  • May 29, 2016 at 10:21 pm
    Permalink

    dari segi fitur sebenarnya tidak banyak perubahan pada brio ini, apalagi brio satya. penambahan fitur lebih banyak pada brio RS yang harganya sudah 170an juta. dari segi estetika, tentu lebih bagus brio facelift ini dari versi lawas, baik eksterior maupun interiornya. kalo masalah worth atau tidaknya, itu tergantung budget mas rizky, kalo budgetnya sekitar 100jutaan, tentu brio 2015 lebih worth, tapi kalo punya duit lebih, mungkin sebaiknya ambil brio facelift, atau mobilio sekalian.. hehehe..

    Reply
  • May 31, 2016 at 2:37 pm
    Permalink

    Mas azzam untuk masalah budget hanya bisa untuk membeli brio satya E facelift tpi harus nunggu inden yg super lama dari honda nah itu yg membuat saya berpikir untuk mencari brio ckd e 2015 namun smpai saat ini saya masih dibingungkan dengan pilihan itu
    Saya berpikir saya dpat brio baru tpi tetap satya kalau saya beli bekas saya dpat city car (bukan satya) krna kan satya ada embel2 mobil murah

    Gni deh misalnya bang azzam di suruh milih dalam artian bugdet mencukupi tpi dibingungkan dengan faktor diatas bang azAm bakalan milih mana?

    Reply
  • May 31, 2016 at 3:44 pm
    Permalink

    saya lebih suka fitur dan kenyamanan dibanding estetika. jadi saya lebih suka beli mobil varian tertinggi bekas, tapi dengan kondisi baik, daripada mobil baru tapi dengan fitur dan kualitas seadanya. tapi itu tergantung selera dan orientasi masing2 yah..

    Reply
  • May 31, 2016 at 3:47 pm
    Permalink

    kalo ditanya pilihan saya, maka saya tidak akan membeli brio.. hehehe. karena selera saya bukan japan minded. saya lebih suka mobil2 eropa atau korea yang sudah bercitarasa eropa. kalo di kelas small hatchback ini, saya lebih suka KIA Picanto.

    Reply
  • September 4, 2016 at 1:26 pm
    Permalink

    Mas Azzam
    Apakah ada perbedaan bentuk lampu stopnya? Soalnya punya aku brio 2016 abis ditabrak lampu stop nya msih susah dapatnya, klo pake yg model lama ga papa ya???

    Reply
  • September 4, 2016 at 1:29 pm
    Permalink

    Sejauh ini, sepengetahuan saya bentuknya gak ada perbedaan mas. Sepertinya bisa klik dgn yg lama. Tapi coba ditanya lebih detail ke bengkel resmi.

    Reply
  • September 19, 2016 at 7:34 am
    Permalink

    Tergantung kebutuhan dan selera, yang pasti itu sama2 lcgc. jadi kualitas pasti under-grade.
    Calya: Kapasitas 7 penumpang, kepraktisan memadai, kabin lapang. Tenaga lemot, suspensi lembut tapi gasruk kalo kelebihan muatan. (lebih ke fungsionalitas).
    Satya: Model OK, tenaga lumayan, desain interior lumayan enak dipandang. kualitas dan finishing interior jelek (plastic tipis), kepraktisan tidak memadai, kabin sempit sekali, bagasi kecil banget. (lebih ke style buat anak muda).

    Reply
  • September 19, 2016 at 8:32 am
    Permalink

    owhh gitu ya mas, namanya perempuan saya bingung masih baru belum pengalaman ttg mobil, budget skitar 90jt antara beli mobil baru atau bekas

    Reply
  • September 19, 2016 at 8:39 am
    Permalink

    90jt itu total cash yang tersedia, atau harga tertinggi yang sanggup dibayar?
    jika itu total cash yang tersedia, berarti bisa beli mobil baru secara kredit.
    tapi jika itu harga maksimal yang sanggup dibeli, sebaiknya beli mobil bekas berkualitas aja mbak. Sayang uang segitu buat beli LCGC yang kualitasnya terkadang menyedihkan.
    Kalo punya uang 90jt, tapi gk mau dibebani hutang kredit, bisa cari small hatchback seperti KIA Picanto tahun 2013 ke atas, Nissan March atau Mitsu Mirage 2012. Itu mobil2 kualitasnya bagus dan keren kalo mbak butuh style dan kenyamanan, pinter2 aja ngeceknya waktu beli mobkas.
    kalo harus baru, calya-sigra lebih bagus bagi keluarga muda yang butuh fungsionalitas dan biaya operasional yang murah.

    Reply
  • September 19, 2016 at 9:43 am
    Permalink

    Awalnya saya niat mau beli brio type e facelift dengan kredit terus saya coba searching mbah google terus liat reviewnya mas azzam jadi mikir-mikir lagi bingung pilih apa secara kalo mobkas saya gak pinter ngceknya gmn ^^

    Reply
  • September 19, 2016 at 9:49 am
    Permalink

    kalo gak yakin beli mobkas, ya udah, beli baru aja. dari pada kepilih mobil bermasalah.
    lagian dibilang udah niat, berarti udah naksir tuh sama Brio.
    Kalo mbaknya lum berkeluarga small hatchback kaya Brio cukup ideal, dan penampakan Brio Facelift 2016 udah ok banget luar dalam.
    Kabin dan bagasi yang sempit tentu bukan masalah bagi orang muda, kualitas dan finishing interior juga gak bakal terasa banget kekurangannya, kecuali oleh orang yang detail banget merhatiin mobil.

    Reply
  • October 1, 2016 at 9:36 pm
    Permalink

    Mas azaam
    Saya masih binggung antara brio rs dgn march. Tapi stelah saya liat reviewnya ternyta masih sama aja nya dgng sebelumnya yaa wlpun ada perbedanya dikit.
    Menrut mas azzam mndingan mana brio rs ama nissn march?

    Reply
  • October 1, 2016 at 9:52 pm
    Permalink

    Tergantung selera terhadap tampilan dan preferensi.

    HONDA BRIO RS: KENIKMATAN MENGEMUDI
    ++ Tenaga lebih besar, getaran mesin lebih halus, pengendalian dan kenikmatan mengemudi.
    — kabin sempit, bagasi kecil, kualitas bahan interior dan finishing kurang bagus, Kualitas kursi kurang bagus.

    NISSAN MARCH XS: NYAMAN & LAPANG.
    ++ Kabin Lapang, bagasi luas, kualitas interior bagus, nyaman krn suspensi lembut, kursi tebal n ergonomis.
    — tenaga agak lemot dibanding brio, getaran mesin lebih kasar krn 3 silinder.

    Kalo saya pribadi lebih suka March XS, karena secara fitur gk kalah sama brio RS. Saya lebih suka kenyamanan dan kabin yang lapang dibanding kenikmatan kebut2an.. kalo masalah style, itu tergantung selera ya, tapi menurut saya lebih elegan March. Hehe..

    Reply
  • October 6, 2016 at 10:53 am
    Permalink

    Mas Rencana Mau Ambil brio satya tipe S, tapi sekarang ragu setelah pulang dari tempat kerja ketemu Jazz Tipe Stahun 2009, jadigalau kira2 mana mas yang harus dipilih, anak ada 2 satu SD dan SMP, dirumah juga sudah ada Mazda E2000, makanya tidak pilih SIGRA. mohon pertimbangannya?

    Reply
  • October 6, 2016 at 11:08 am
    Permalink

    Tergantung kondisi mobkas nya dan selera mas harto. Kalo yakin kondisi Jazz 2009nya prima, tentu compact hatchback non-lcgc akan lebih banyak kelebihan. Lebih nyaman, lebih lapang, lebih bertenaga, lebih bergengsi jg walau gengsinya udah agak outdated, krn udah ada jazz facelift yg lebih baru. Tapi bagi yg pengen mobil baru sgn budget terbatas, ya brio baru lebih clink.

    Coba baca ulasan kami ttg pilih mobkas atau lcgc baru. Disitu kami jelaskan resiko dan keuntungan masing2 dari pilhan tsb.

    Reply
  • October 8, 2016 at 10:31 pm
    Permalink

    Mas saya gak mengerti sama sekali tentang mobil. Budget cuma 145 jutaan. Rencana mau beli cash. Saya msh single. Kalau dibanding dr smua lcgc yg mana rekomendasi mas? Atau mobil bekas y mas. Tp ya itu sy g ngerti mobil
    Hehe. Mksh mas

    Reply
  • October 11, 2016 at 1:22 am
    Permalink

    kalo masih single, mending beli small hatchback. LCGC? bingung juga yah.. namanya juga mobil murah, kualitas pasti nomer belakang. Kalo LCGC ya Brio Satya lah yang paling ideal buat single, lincah, bertenaga dan modelnya lumayan keren luar dalam. dibanding lcgc lainnya.

    Reply
  • October 11, 2016 at 1:27 am
    Permalink

    Kalo saya pribadi, dengan budget 145jt. saya akan beli compact hatchback bekas berkondisi baik. Kalo takut masalah service dan sparepart, Honda Jazz tahun 2009-2010 bisa jadi pilihan.
    Tapi saya akan pilih KIA RIO 2013-2014, karena lebih atraktif, nyaman, lega, bertenaga dan tentunya murah harga sekennya, duit 145jt mungkin bakal lebih 10jtan, bisa buat beli aksesoris.

    Reply
  • November 9, 2016 at 3:31 am
    Permalink

    aduh ane udh terlanjur beli brio e cvt facelift 2016 baru baca review nya mas azzam..

    iya sih kematin ga sempat merhatiin Finnishing interior nya, malah baru sadar juga kalau tu dashbor plastik tipis tipis pas kaki nyangkut dashbor bawah yang deket pijakan rem pas mau keluar mobil..

    Reply
  • November 9, 2016 at 3:36 am
    Permalink

    Gak apa-apalah.. Gak nampak juga kan kalo masalah plastik tipis dan finishing. Secara keseluruhan eksterior dan interior Brio udah lumayan kerenlah desainnya. Kalo udah dibeli, ibarat istri udah nikah, gak boleh lagi liat jelek atau buruknya, yg dilihat yang bagus2nya saja.. fitur keselamatan dan kenikmatan mengemudi bisa jadi hal yang dibanggakan pada Brio.. hehe

    Reply
  • November 9, 2016 at 10:45 pm
    Permalink

    Mas, mau tanya.. prefer honda brio satya E ( manual / matic ) atau toyota calya G manual? Kalo dilihat dari kenyamanan, fitur interior dan bahan ? Karena sy baca comment diatas honda brio agak tipis dashboardnya ya.. kalo dibandingkan calya gimana? Sama lebih enak nyetirnya yg mana ? Kalo buat cewek.. minta reviewnya dong.. trimzz

    Reply
  • November 9, 2016 at 10:53 pm
    Permalink

    Brio dan Calya beda segmen, artinya beda pula fungsionalitasnya bagi pengguna. Tergantung kebutuhan dan selera, jika butuh style dan tidak memerlukan kapasitas penumpang dan bagasi yg banyak, maka Brio lebih tepat.
    Tapi kalo butuhnya jumlah penumpang dan bagasi yg luas, Calya atau Sigra bisa jadi pilihan.
    Kedua mobil tsb bergelar LCGC, jadi masalah bahan interior, 11-12 lah, cuma dari sisi desain interior brio lebih keren.
    Dari sisi kenikmatan nyetirnya tentu mobil honda lebih unggul, karena itulah nilai andalan pada Brio.
    Kalo butuh kabin yang lapang Calya lebih baik dan brio sempit.
    Gitu deh..
    Sekedar saran, kalo komen harap cantumkan nama dan email, lebih enak komunikasinya. Thanks

    Reply
  • December 4, 2016 at 7:38 pm
    Permalink

    Tks reviewnya, rencana saya mau ambil satya e manual facelit. Baca review klo dashbord tdk terlalu jd masalah kecuali mobilnya sering petualang, hehe nmanya juga lcgc, tp honda tetap terbaik

    Reply
  • December 5, 2016 at 1:33 am
    Permalink

    Selamat menantikan mobil barunya mas Ahmad. Semoga enjoy.. Walau Brio enak dibawa ngebut, tetap jadi pengemudi yang baik yah.. utamakan keselamatan baik diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain.

    Reply
  • December 7, 2016 at 6:47 am
    Permalink

    nice reviewnya mas, saya mau tanya bagus mana Calya vs Brio RS untuk trabas daerah Puncak Bogor dengan penumpangnya 1 istri dan 2 anak yang masih kecil (8th & 2th)

    Reply
  • December 7, 2016 at 6:51 am
    Permalink

    Kalo urusan tenaga, pengendalian dan kenikmatan mengemudi, jelas Brio RS lebih unggul mas Ahmed. kalo penumpangnya cuma total 4 orang, Brio juga sudah cukup.
    Tapi kalo perlu bawa kakek dan neneknya anak-anak, atau jika nanti anak-anaknya sudah mulai gede, atau perlu bawa banyak barang, kabin dan bagasi Brio akan terasa kurang memadai.
    tergantung kebutuhan dan selera..

    Reply
  • December 15, 2016 at 5:48 am
    Permalink

    Nice review mas.

    Btw saya lagi bingung banget antara mau beli Brio facelift type e yang bukan CVT dengan Agya trd sportivo.
    Secara dapet di kedua mobil itu saya dapet total dp dan angsuran yang sama, jadi tinggal memutuskan saja.
    Trus itu agya 1000 cc apakah jauh lebih iritnya daripada Brio 1200cc? Dari segi safety dan kenyamanan siapa yg menang?

    Mohon pencerahan ya mas 🙂

    Reply
  • December 15, 2016 at 5:55 am
    Permalink

    Agya punya kelebihan dalam hal kabin belakang yg lapang dan bagasi yang lebih luas dari brio.
    Soal safety, tentu brio lebih unggul.
    Brio jg lebih nyaman, lebih enak pengendalian dan tenaganya.
    Kalo irit, brio lebih baik, walau dgn cc yg lebih besar, bebannya hampir sama dgn agya. Jadi rasio power to weight nya lebih baik.

    So.. tergantung kebutuhan dan selera. Jika butuh kabin yg lapang, brio bukan pilihan yg tepat. Tapi dalam hal kenikmatan mengemudi dan style, brio jauh lebih baik dari agya.

    Oya, harga sparepart dan servis honda, tapi kurang bersahabat dgn dompet.. hehe

    Reply
  • December 15, 2016 at 6:11 pm
    Permalink

    Maturnuwun sebelumnya mas.

    Kalo model/style mungkin relatif yah.
    Cuma kalo saya mungkin fokus nya di efisiensi bbm. Logika orang awam kan 1200cc lebih besar dari 1000cc jadi gmn bisa kok level keiritan bbmnya bisa sama mas? Awalnya saya malah lebih condong ke agya sih solely krn dia 1000cc jadi saya pikir jauh lebih irit dari Brio.

    Ohya saya pernah baca kalo agya katanya ga ada power nya ya? Dan pas lagi jalan itu agya katanya lebih berisik ya daripada Brio?

    Kemudian kalo full muatan / tanjakan itu lebih bisa diandalkan yang mana? Ground clearance nya menurut mas ga terlalu signifikan ya bedanya?

    Hehe maaf banyak nanya yah mas, makasih sekali lagi

    Reply
  • December 15, 2016 at 6:14 pm
    Permalink

    Saya fikir semua pertanyaan mas wicak bisa terjawab dari komentar-komentar di atas. Silahkan dibaca2 mas.

    Reply
  • July 30, 2017 at 8:33 am
    Permalink

    Selamat siang. Pak untuk kelas mobil 100jt – 110jt ini lebih baik kita ambil brio e mt 2014/2013 atau yg lebih besar hyundai grand avega 2011. Rencana sy mau ambil mobil second utk taxi online. Mana diantara kedua mobil tsb yg lebih baik dari segi fitur, kapasitas dan kehandalan untuk dipakai tiap hari, juga konsumsi BBM dan ketersediaan / harga sparepart di pasaran . Sy ada max budget di 110jt. Mohon masukannya atau jika ada pilihan mobil lain di rentang harga max diatas. Terimakasih.

    Reply
  • July 30, 2017 at 8:40 am
    Permalink

    Buat Taxy online yah.. wah.. saya gk rekomen keduanya deh. Brio bakal bikin penumpang mas gk nyaman, secara kabin belakangnya sempit sekali dan juga bagasinya kecil.
    Kalo grand avega, emang lebih lega, tapi kursi baris kedua gk nyaman bagi penumpang, karena sandarannya terlalu tegak. Juga hyundai susah dan mahal spare partnya. Kalo yg slow moving, harus inden paling cepet 3 bulan, kalo apes bisa sampe setahun.. wkwkwk.
    Kalo buat taksi online mending pilih mobil mainstream aja mas.
    Kalo mau small hatchback, ada banyak pilihan kaya Agya-Ayla, Nissan March, Daihatsu Sirion, Suzuki Slash, dll. Ada kami bahas di blog ini, cari aja artikelnya via search pake keyword "pilihan small hatchback harga 100jutaan"

    Reply
  • July 31, 2017 at 10:13 am
    Permalink

    Untuk agya ayla apa tidak lebih kecil dari brio Pak?
    Wah sy baru tau kalau hyundai sperti itu keluhannya. Meskipun tahun muda juga spt itu Pak? Sayang sekali padahal sudah naksir ada yg tawarin grand avega 12 di 110an jt. Dari pilihan yg Bapak kasih berarti ada sirion, splash dan march y Pak? Coba sy survey deh. Terimakasih

    Reply
  • July 31, 2017 at 10:20 am
    Permalink

    Agya Ayla memang gk menarik dari segi style, tenaga dan prestisenya. Namun dalam hal biaya operasional dia paling murah, krn bbm paling hemat, sparepart murah dan mudah didapat.
    Jika mas Okto merasa sanggup dengan kondisi spare part mobil korea yang harus inden lama. Saya saranin KIA Rio, itu mobil nyaman banget di kabin depan dan belakang. Grand Avega memang keren tampilannya, sayangnya kursi baris kedua itu yg bikin gk nyaman.

    Spare part yg lama itu adalah yg slow moving, kalo yang fast moving itu banyak. Apalagi kalo mas tinggal di jadebotabek, tentu lebih mudah.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *