Mengapa Toyota Avanza Tak Terkalahkan? Kunci Sukses Avanza Menumbangkan Kompetitor

CaruserMagz.com – Toyota Avanza, sang mobil sejuta umat adalah pelopor segmen low MPV di Indonesia. Sejak kelahirannya pada tahun 2004 hingga saat ini di tahun 2017, Avanza tak terkalahkan dalam hal jumlah penjualannya. Berbagai kompetitor datang, coba menggoyang posisinya, tapi tak satu pun yang berhasil.

 

Sebut saja ada Nissan Grand Livina yang kehadirannya cukup heboh di tahun 2007, langsung ramai di jalanan, tapi tak sekalipun berhasil menggeser Avanza dari puncak tahta MPV terlaris. Bahkan sekarang Grand Livina makin terpuruk angka salesnya karena tak ada lagi upgrade baik dari tampilan maupun fiturnya.

 

Kemudian datanglah Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio, keduanya juga menggebrak saat kehadirannya, namun hanya bisa menggeser kembaran Avanza, yaitu Xenia dari kursi mobil terlaris kedua setelah Avanza.

 

Kisah tragis terjadi pada Chevrolet Spin dengan segala fitur canggih dan kenyamanan mobil Amerika yang superior. Mobil ini bahkan tak bisa mendekati Ertiga dan Mobilio, lalu pabriknya tutup karena penjualan tak sesuai harapan.

 

Kini sudah akan hadir penantang baru dari Mitsubishi dengan gebrakan yang memukau, yaitu low MPV berpenampilan seperti SUV yang mirip Pajero Sport. Pesaing baru Avanza tersebut dikabarkan akan bernama Expander atau Xpander. Akankah mampu menumbangkan kedigdayaan Avanza? atau hanya menambah daftar panjang penantang Avanza yang gagal merebut gelar MPV terlaris.

 

Itulah sekelumit cerita tentang begitu perkasanya Toyota Avanza di segmen low MPV ini. Hingga kini tetap menjadi low MPV terlaris bahkan mobil terlaris pada persaingan semua segmen. Lalu apa saja yang membuat Toyota Avanza tak terkalahkan dan terus menumbangkan penantangnya yang datang? Berikut hasil pantauan kami dari obrolan dengan konsumen otomotif yang memilih Avanza dan juga beberapa informasi dari berbagai sumber online.

 

Harga Jual Kembali (Resale Value)

 

Tak dapat dipungkiri masyarakat Indonesia masih menjadikan harga jual kembali sebagai faktor penting untuk dipertimbangkan saat membeli mobil. Hal itu masuk akal, mengingat mobil punya usia pakai terbatas dan susutnya harga mobil adalah hal yang pasti.

 

Saat mobil sudah mulai berumur, tentu tidak lagi nyaman digunakan dan tentu sudah terasa ketinggalan dalam hal model desain, fitur dan juga membutuhkan biaya pemeliharaan yang terus meningkat. Sehingga menjual mobil adalah solusi terakhir. Jadi menjual mobil sebagai mobil bekas adalah keniscayaan, sehingga mobil dengan harga jual kembali yang paling tinggi adalah yang terbaik untuk meminimalisir susut harga.

 

Jaringan Dealer

 

Toyota adalah raksasa otomotif dunia, tak hanya di Indonesia, bahkan di hampir 50 negara besar termasuk Amerika. Sehingga jaringan dealer penjualannya adalah yang terluas. Dengan luasnya jaringan penjualan ini, maka lebih mudah bagi Avanza untuk melakukan penetrasi pasar dari pusat kota hingga pelosok terdalam.

 

Sedangkan pada generasi mapan yang sanggup membeli mobil di era sekarang (2017), sebagian besarnya masih belum melek informasi internet, sehingga apa yang paling banyak mereka lihat di jalan adalah pilihan paling logis. Dealer yang paling banyak di pinggir jalan adalah tempat membeli mobil paling mudah dan cepat.

 

Selain itu, membaca belum menjadi kultur kebanyakan orang di negeri ini, sehingga membanding-bandingkan mobil dengan mencari informasi di internet, hanya dilakukan orang-orang muda dengan umur rata-rata di bawah 40 tahun,  yang notabene jumlahnya yang terbanyak adalah kalangan yang belum mampu membeli mobil.

 

Jaringan Service Purna Jual

 

Jaringan dealer tentunya selalu terafiliasi dengan service purna jual, sehingga konsumen merasa aman dari kesulitan mencari tempat service. Sedangkan beberapa brand kompetitor masih terpusat di kota besar, baik dealer maupun servicenya. Sedangkan Toyota dan Daihatsu sudah merambah hingga ke kota-kota kabupaten. Tentu Avanza kembali unggul daalm hal rasa aman pada konsumen terkait kemudahan melakukan pemeliharaan berkala.

 

Ketersediaan dan Harga Spare Part

 

Bukan rahasia umum, hampir semua toko alat dan kelengkapan mobil menjual spare part Toyota Avanza, dari yang fast-moving hingga yang slow moving. Karena jumlah pengguna mobil ini sangat banyak, sehingga kebutuhan sparepart juga banyak, sehingga hal ini menjadi mata rantai yang tak terputus-putus.

 

Belum lagi berbagai pihak ketiga mengembangkan spare part mobil sejuta umat ini, sehingga sangat mudah didapat. Lain halnya dengan MPV kompetitor, sparepart hanya bisa didapat di bengkel resmi, sehingga memberi kesulitan tersendiri pada konsumen.

 

Apalagi mobil-mobil dengan brand tidak banyak penggunanya, seperti KIA, Hyundai, Chevrolet, Mazda atau mobil-mobil Eropa. Memang mobil-mobil tersebut punya kualitas dan kenyamanan yang luar biasa bagus, namun kesulitan mendapatkan spare part, apalagi harga yang mahal dan waktu tunggu pembelian yang bisa berbulan-bulan, tentu membuat konsumen berfikir panjang untuk memiliki mobil-mobil tersebut. Untuk apa mobil bagus, jika harus menginap di bengkel berbulan-bulan saat harus ganti spare part.

 

Penggerak Roda Belakang (Rear Wheel Drive)

 

Mobil berpenggerak roda belakang atau sering disebut RWD masih dipercaya punya ketangguhan yang lebih baik daripada mobil dengan penggerak roda depan (FWD). Hal itu dibuktikan dengan sebagian besar mobil SUV masih menggunakan penggerak roda belakang.

 

Sedangkan hampir semua pesaing Avanza berpenggerak roda depan, sehingga dipercaya hanyak cocok untuk jalan perkotaan dan tidak setangguh Avanza dalam hal melakukan perjalanan jauh yang harus melalui jalanan yang tidak menentu.

 

Hal-hal yang dipercaya sebagian besar pengguna mobil terkait mobil FWD antara lain adalah bahwa mobil FWD tidak tangguh saat melalui jalanan yang banyak tanjakan ekstrim. Hal lainnya adalah beban yang terlalu banyak di roda depan, yaitu sebagai roda penggerak sekaligus berhubungan langsung dengan system setir, sehingga jika terjadi masalah pada kaki-kakinya akan cukup rumit dan memakan biaya perbaikan yang banyak.

 

Segmen Mobil Komersil

 

Berbagai kelebihan dan brand imej Toyota telah dipercaya para konsumen yang membeli mobil dalam jumlah masal, seperti untuk mobil operasional perusahaan, mobil angkutan umum atau taxy, atau pengusahan mobil rental.

 

Toyota Avanza masih sangat menguasai segmen mobil komersil ini, sehingga para competitor cuma bisa berebut kue pasar untuk mobil pribadi saja. Padahal Avanza juga masih sangat kokoh di pasar mobil pribadi. Jumlah pembelian masal yang rutin dari berbagai perusahaan juga menjadikan ledakan pembelian Avanza terus terjadi saat model baru dikeluarkan.

 

Trust! Karena Existensi Paling Lama

 

Toyota Avanza sudah hadir sejak tahun 2004, dimana belum ada segmen low MPV. Avanza diplot menggantikan Toyota Kijang kapsul yang naik kelas menjadi Innova, khususnya dalam hal harga. Perjalanan panjang Avanza telah menjadikannya dipercaya secara turun-temurun. Bahkan jika seorang anak yang baru menikah mau membeli mobil, kebanyakan orang tuanya, paman-bibinya dan pakde-budenya akan menyarankan hanya Avanza mobil yang paling tepat untuk keluarga baru itu.

 

Begitu kuat mindset bahwa mobil itu harus Avanza, ketika ada orang muda membeli mobil lain, maka banyak orang bertanya padanya baik dengan nada benar-benar bertanya atau seperti protes, “mengapa tidak membeli Avanza saja?”. Itu adalah pertanyaan yang menyebalkan bagi orang yang sudah sangat bosan melihat mobil sejuta umat itu.

 

Itulah alas an mengapa Toyota Avanza masih menjadi pilihan utama sebagian besar konsumen otomotif Indonesia. Sehingga kehadiran berbagai competitor di segmen low MPV tidak mampu menggeser Avanza dari tahtanya sebagai mobil terlaris di Indonesia.

 

Bagaimana dengan Mitsubishi Xpander yang baru akan hadir menantang Avanza? Akankah bernasib sama dengan para kompetitor?  MPV Mitsubishi tersebut berpenggerak roda depan, namun punya tampang seperti SUV.

 

Kita tunggu saja, apakah imej mobil FWD tidak berpengaruh pada Xpander dalam mengalahkan Avanza. Tapi menurut kami, Xpander hanyak akan bersaing keras dengan Honda Mobilio dan Suzuki Ertiga, sedangkan Avanza masih akan berada di singgasana mobil sejuta umat.

 

Salam Otomotif!

 

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

2 thoughts on “Mengapa Toyota Avanza Tak Terkalahkan? Kunci Sukses Avanza Menumbangkan Kompetitor

  • Pingback: Lawan Mitsubishi Xpander Sebenarnya adalah Honda Mobilio! - CaruserMagz.com

  • October 4, 2017 at 9:07 am
    Permalink

    menurut saya xpander sebagai pendatang baru di LMPV setidaknya akan memakan pemain LMPV lain selain avanza. Setidaknya hal itu terjadi sampai 3 tahun pertama.

    dan jika penjualannya solid dan disertai edukasi Mitsu kepada pengambil keputusan dalam keluarga (baca generasi tua / generasi baby boomer / generasi X) bagus moga2 dominasi avanza akan tergerus.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *