KIA Stonic, Crossover Penantang Toyota C-HR

CaruserMagz.com – Temans.. tahu gak, sekarang dunia lagi demam SUV? buktinya produsen mobil berbagai brand makin gencar berlomba-lomba bikin crossover dari ukuran mini hingga yang jumbo.

 

Jika dulu tren-nya melestarikan nama mobil lama ditambah embel-embel ‘All New’, sekarang pada balapan bikin mobil yang ‘Really Truely New’. Tak terkecuali raksasa otomotif Korea Selatan, Hyundai dan KIA yang baru-baru ini merilis sketsa mini crossover baru, Hyundai Kona dan KIA Stonic.

 

Dari dimensi dan segmentasinya, kedua SUV tersebut akan menjadi penantang bagi Toyota CH-R, Honda HR-V, Nissan Juke, Mitsubishi Outlander, Mazda CX-3, Chevrolet Trax dan lain sebagainya. Segmen Crossover ini makin digandrungi masyarakat modern yang memandang mobil tidak lagi sebatas alat transportasi belaka, namun juga perwujudan prestise, alat unjuk gaya dan level kehidupan sosialnya.
 

Menyusul rilis teaser Hyundai Kona, KIA Design Center memperkenalkan jagoan barunya dengan mengumumkan teaser KIA Stonic. Waah.. namanya unik yah, orang Indonesia bisa bacanya ‘Es-Tonic’. kebayang minuman tonic dikasih es.. wiiiih.. sueegeeerrrr itu broooh… apalagi warna model versi digital ini yang ijo-ijo kekuningan gitu.. mengingatkan kita pada Mbah Marijan dan Chris John.. laki bejooo! juoooos.. tinju ke atas..!!!

 

Tapi itu beneran kaya gitu filosofinya lho! karena dalam rilisnya KIA mengatakan bahwa istilah Stonic ini merupakan singkatan dari ‘Speedy Tonic’. yang artinya kira-kira ini mobil adalah tonic untuk melaju dengan cepat. ‘This is a tonic for those who love to drive speedy!’ buat sobat yang suka ngebut katanya. Tapi ntar kita lihat, sebesar apa tenaga dan torsi gerobak besi ini.

 

KIA Stonic Teaser - Back
KIA Stonic Teaser – Penampakan Belakang

KIA Stonic dibuat dari platform yang sama dengan Hyundai Kona. Layaknya mobil-mobil Hyundai-KIA yang lain, seperti KIA Rio vs Hyundai i20, KIA Picanto vs Hyundai i10, KIA Sportage vs Hyundai Tucson dan KIA Sorento vs Hyundai Santa Fe. Banyak komponen mekanis yang sama persis, termasuk spesifikasi mesin dari mobil-mobil yang seolah kembar tersebut.

 
 

Desain

 

Yuk kita bahas versi digital dari desain KIA Stonic. Apa yang sobat fikirkan dari wajah Crossover baru ini? Tersirat aura KIA All New Picanto di sana bukan! (Biar para pemilik dan penggemar Picanto pada riang). Grille tiger nose itu mirip dengan moncong ANP, hanya saja lampunya terlihat lebih maskulis dengan bentuk yang tegas dan LED yang bikin tambah ganteng.

 

Desain eksterior konsep Stonic ini terlihat kontra dengan mobil-mobil KIA akhir-akhir ini yang jadi lebih kemayu, atau bahasa kampungnya ‘elegan‘. Stonic ini seolah kembali ke desain sporty di era 2012-an saat KIA All New Rio dan Picanto diluncurkan. Hal itu jelas terlihat di bagian samping yang beraura gagahnya KIA Sportage.

 

Pindah ke belakang, kita menemukan aura All New Rio generasi ke-3 di sana. Kaca belakang yang landai membulat dan rearlamp yang memanjang itu memberi kesan gagah.  Hal yang kami suka adalah fender hitam disekujur bagian bawah SUV ini, plus silver garnish yang berpadu dengan twin-exhaust. Itu keren kan!

 

Masuk ke kabin, naah.. ini interior KIA All New Rio terbaru kan bro! Hampir persis tho.. head unit model floating, bentuk exhaust AC di sisi kiri kanan dan tengah, panel kontrol AC digital dengan tombol-tombol model kokpit pesawat, lingkar kemudi. Copas ini! Kemungkian versi produksinya bakal sama persis sama punya Rio.

 

KIA Stonic Teaser - Interior
KIA Stonic Teaser – Interior

Jadi ini pas nih fren, model eksterior balik jadi sporty, sedangkan interior ngikut desain simple modern KIA terkini yang kental ala eropanya.

 

Tapi ada tapinya ini bro.. ini kan versi konsep, digital lagi. Mari kita ingat-ingat model konsep KIA yang mirip-mirip si Stonic ini. Coba sobat intip artikel kami yang lama ini: Konsep Crossover KIA.

 

Ya, dulu ada crossover yang versi konsep nya mirip-mirip Stonic ini, KIA Niro namanya. Pas lihat versi produksinya, ternyata jauh lebih flat dibanding konsepnya. Konsepnya garang bikin semangat, tapi aslinya bikin lesu darah. Bagus sih.. tapi kok gak matching sama konsepnya gitu. Semoga saja Stonic tidak bernasib sama dengan Niro.

 
 

Mesin dan Tenaga?

 

Naah.. tadi kan dibilang mobil ini buat kangbro yang suka ngebut. Mari kita lihat jeroan mesinnya.

 

Kabarnya nih, KIA Stonic ini akan dikasih mesin bensin 1.400cc 4-silinder T-GDI berteknologi turbocharger dengan tenaga hingga 138 hp. Jadi ini ibarat si Rio yang di kasih turbo. Jadi bener donk ini bisa buat ngebut, Honda Civic Turbo yang 1.500cc kan kenceng, cc-nya gak beda jauh tho.

 

Kerennya yang buat dijual di Eropa, juga ada varian diesel 1.600cc CRDi, ini bakal maknyus torsinya bro. Untuk urusan transmisi, dikabarkan bakal 6-percepatan untuk manual dan 7-percepatan otomatis Dual Clutch.

 
 

Lalu kapan bakal debut global? 

 

Dikabarkan oleh media-media inggris, KIA Stonic ini akan debut di pertengahan 2017 dan kemungkinan baru akan dijual di Eropa pada awal 2018.

 

Menurut update dari carwow.co.uk yang digawangi om Mat Watson, harga KIA Stonic ini akan mulai dari £16,000 atau sekitar 271 Juta Rupiah untuk varian termurah. Sedangkan yang termahal akan mendekati £23,000 atau 390 Juta Rupiah. Itu harga yang masuk akal untuk bersaing dengan Toyota CH-R dan Honda HR-V.

 

Udah panjang kita obrolin nih si ganteng Stonic, pertanyaannya orang Indonesia bisa punya gak ini mobil? Bakal diluncurkan dimari gak nih SUV? “Kalau itu, saya tidak tahu, silahkan tanya sendiri pada petinggi KIA Mobil Indonesia (KMI)” ujar saya.. hehe.

 

Kalo kangbro berduit dan nekat pengen punya mobil ini, tentu selalu ada jalan. Kan sekarang lagi musim importir umum yang bisa masukin mobil-mobil yang gak ada induknya atau gak dijual resmi di Indonesia. Cuma tentu harganya bisa jadi berlipat-lipat.

 

Yuk kita tunggu akan seperti apa penampakan versi produksi KIA Stonic ini, yang katanya sebentar lagi diluncurkan di Eropa.

 

Salam Otomotif!

 

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *