Cara Menggunakan Sabuk Pengaman yang Harus Dihindari dan Persepsi yang Salah tentang Seat-Belt

CaruserMagz.com – Salah satu fitur kesalamantan yang sudah umum ada di mobil adalah sabuk pengaman, atau sering juga disebut sebagai ‘Seat Belt‘. Kegunaan fitur ini adalah untuk menjaga pengemudi dan penumpang agar tetap berada di posisi duduknya selama mobil berjalan, sehingga saat terjadi kondisi darurat atau kecelakaan, penumpang tersebut terhindar dari benturan dengan bagian keras dari interior mobil.
menggunakan seat belt
Sabuk pengaman sebagai fitur keselamatan, bukan kewajiban tapi kebutuhan
Sayangnya banyak sekali kesalahan persepsi atau kesalahan cara pemakaian sabuk pengaman yang umum terjadi di masyarakat kita. Sehingga sabuk pengaman banyak dianggap remeh fungsi dan mamfaatnya. Lucunya kita sendiri terkadang merasa kesulitan untuk mengajak orang-orang yang menjadi penumpang mobil kita untuk menggunakan sabuk pengaman, misalnya teman-teman atau kerabat kita.
Artikel ini kami buat, bukan untuk menyalahkan atau menggurui sobat pembaca. Tetapi lebih kearah mengingatkan demi keselamatan kita bersama selama berkendaraan. Berikut kesalahan persepsi atau cara penggunaan sabuk pengaman yang perlu sobat hindari.

1. Hanya Menggunakan Sabuk Pengaman saat Ada Polisi

Sebenarnya hal ini umum terjadi di masyarakat kita, bukan hanya pada sabuk pengaman, tapi juga termasuk semua peraturan lalu lintas. Kebanyakan kita lebih takut pada resiko ditilang dan kehilangan uang untuk membayar denda daripada akibat fatal yang diakibatkan tidak menggunakan sabuk pengaman saat terjadi kecelakaan.
Disediakannya sabuk pengaman pada mobil bukanlah hanya tambahan aksesoris sekedar untuk memenuhi peraturan pemerintah, sehingga tidak perlu digunakan saat tidak ada penegak hukum. Ini adalah persepi dan kebiasaan yang salah dan harus segera dirubah jika itu ada pada diri sobat.
Ada atau tidak ada polisi lalu-lintas di jalan raya, tetap kenakan sabuk pengaman saat sobat berkendaraan baik sebagai pengemudi maupun penumpang. Karena resiko cidera akibat kondisi darurat saat sobat tidak mengenakan sabuk pengaman sangatlah besar. Mungkin saja sobat adalah orang yang pandai mengemudi dan sangat berhati-hati, tapi bisa saja kondisi berbahaya itu datang dari luar diri dan kendaraan sobat, misalnya pengemudi lain yang ugal-ugalan, mobil lain di belakang mobil sobat kehilangan kendali dan menabrak dari belakang dengan tiba-tiba, dan lain sebagainya.
Setiap gerakan kejut dari mobil yang sobat tumpangi, memberikan resiko cidera karena benturan dengan bagian iterior mobil, jika sobat tidak menggunakan sabuk pengaman. Misalnya pengereman mendadak, tanpa disadari ban masuk lubang atau menginjak gundukan, atau ada kendaraan lain yang secara tiba-tiba hampir menabrak membuat pengemudi panik dan membanting setir kekiri atau kekanan, dan lain sebagainya. Itulah fungsi sabuk pengaman sebenarnya. Bukanlah untuk menghidari dari ditilang polisi lalu-lintas.

2. Tidak Mengencangkan Sabuk Pengaman Manual

Pada beberapa mobil yang belum menggunakan fitur sabuk pengaman yang bisa menarik sendiri, atau sering disebut ‘retractable‘, sabuk pengamannya harus dikencangkan secara manual. Banyak kita jumpai orang yang menggunakan sabuk pengaman tipe ini malas untuk mengencangkannya, sehingga hanya seperti diselendangkan di badan, misalnya yang sering kami lihat terjadi pada pengemudi angkutan umum, karena sekedar untuk menghindari ditilang polisi seperti yang kami jelaskan pada point no.1 di atas.
Menggunakan sabuk pengaman manual dengan tidak mengencangkannya, sama saja tidak menggunakan sabuk pengaman. Karena fungsinya tidak akan berjalan sama sekali sebagaimana mestinya.

3. Penumpang di Kabin Belakang Tidak Perlu Menggunakan Sabuk Pengaman

Ini juga merupakan kesalahan persepsi umum yang terjadi hampir di semua daerah di negara kita, sangat jarang kita jumpai penumpang pada kabin baris kedua dan ketiga yang terbiasa menggunakan sabuk pengaman baik untuk perjalanan jauh maupun dekat.
Padahal resiko celaka penumpang depan dan belakang jika terjadi kecelakaan seperti tabrakan, tidak lah berbeda jika tidak menggunakan sabuk pengaman. Bahkan resiko celaka tersebut akan lebih besar pada penumpang belakang yang tidak menggunakan sabuk pengaman, karena dia akan terdorong ke depan dari jarak yang lebih jauh, hingga daya benturannya akan lebih keras karena momentum yang lebih besar. Sehingga banyak kita temui semua penumpang mobil bertumpuk di kabin depan dalam kondisi menggenaskan setelah tabrakan hebat. Hal tersebut terjadi karena penumpang belakang tidak menggunakan sabuk pengaman.
Uji Tabrak untuk Melihat Fungsi Sabuk Pengaman

Gambar di atas dapat menjelaskan pada kita, perbedaan penumpang belakang yang menggunakan sabuk pengaman dan yang tidak. Penumpang sebelah kanan menggunakan sabuk pengaman dan tetap berada di posisinya saat tabrakan hebat. Sedangkan penumpang belakang sebelah kiri, terlempar ke depan dengan kepala membentur head rest kursi depan dengan keras dan seluruh tubuhnya berpindah ke bagian depan. cidera parah atau kematian sulit dihindari dari kondisi tersebut.

4. Menggunakan berbagai Akesoris Tambahan pada Sabuk Pengaman

Sabuk pengaman di desain dengan ukuran tertentu dan dibuat dari bahan yang lembut, tapi tidak terlalu licin, sehingga tidak mudah tergelincir dari badan penumpang. Penggunaan berbagai aksesoris yang hanya bertujuan untuk estetika pada sabuk pengaman dapat mengurangi daya cengkramnya ke tubuh pengguna saat terjadi tabrakan, sehingga memperbesar kemungkinan sabuk pengaman tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Sebaiknya tidak perlu menambahkan aksesoris pada sabuk pengaman, karena sabuk pengaman bukanlah berfungsi untuk memperindah interior mobil, tapi merupakan peralatan keselamatan yang penting untuk difungsikan sebagaimana mestinya.

5. Tidak Memperhatikan Posisi Sabuk Pengaman di Badan

Posisi sabuk pengaman harus diperhatikan, yaitu tepat di bahu pengguna. Hal ini agar sabuk tersebut dapat menahan badan dengan maksimal dan tanpa menciderai penggunanya. Pada orang yang tidak terbiasa menggunakan sabuk pengaman, biasanya posisi tersebut tidak begitu diperhatikan, atau dipasang sekenanya saja. Berikut posisi sabuk pengaman yang harus dihindari:

Terlalu tinggi, hingga posisi sabuk pengaman terlalu dekat dengan leher. Hal ini berpotensi menyebabkan cidera pada leher seperti memar atau bahkan tersayat pada saat terjadi kecelakaan.

Terlalu rendah, sehingga posisi sabuk pengaman melewati bahu pengguna. Kondisi tersebut akan membuat sabuk pengaman tidak dapat berfungsi untuk menahan badan pengguna, sehingga kepala pengguna masih berpotensi mengalami benturan keras dengan objek di depannya.

Sabuk pengaman yang menggulung atau melintir, sehingga mudah tergelincir atau dapat menciderai penggunanya saat menahan badan pengguna.

6. Duduk Terlalu Dekat Dengan Setir

Kebiasaan mengemudi dengan posisi terlalu dekat dengan lingkar kemudi juga harus dihindari, karena membuat sabuk pengaman tidak berfungsi maksimal. Meskipun menahan badan pengemudi, masih ada gerakan kejut yang tidak dapat ditahan oleh sabuk pengaman pada jarak tertentu. Sehingga meskipun badan ditahan sabuk pengaman, kepala masih dapat terbentur pada lingkar kemudi pada kondisi tabrakah hebat, khususnya pada mobil yang tidak dilengkapi kantung udara atau airbags.

7. Memasang Sabuk Pengaman saat Mobil sudah Berjalan

Kejadian ini masih banyak terjadi, khususnya bagi orang yang tidak membiasakan diri menggunakan sabuk pengaman saat akan memulai perjalanan atau pada orang-orang yang hanya menggunakan sabuk pengaman saat melihat ada petugas polisi saja.

Memasang sabuk pengaman sambil mengendarai mobil sangat berbahaya, karena mengurangi konsentrasi pada setir. Apalagi pada kecepatan cukup tinggi, hal ini dapat menyebabkan mobil keluar jalur semestinya, pengemudi tidak menyadari menarik setir kekiri atau kekanan karena konsentrasi lebih terfokus pada memasang sabuk pengaman.

Hal lain yang biasa terjadi adalah pengemudi mencoba membantu penumpang di depan memasangkan sabuk pengaman sambil mengemudi. Hal ini lebih dapat merusak konsentrasi pengemudi terhadap lingkar kemudi dibanding memasang sabuk pengamannya sendiri.

Pasanglah sabuk pengaman sebelum menghidupkan mesin mobil dan pastikan semua penumpang sudah memasang sabuk pengaman sebelum sobat menjalankan mobil, sehingga perjalanan sobat lebih aman dari awal.

8. Tidak Secara Rutin Mengecek Fungsi Sabuk Pengaman

Sabuk pengamanan merupakan fitur keselamatan yang bisa saja mengalami gagal fungsi atau rusak, sehingga harus diperhatikan fungsinya secara rutin. Setelah dipasang, cobalah menariknya dengan hentakan untuk memastikan sabuk tersebut masih dapat menahan badan sobat saat terjadi kondisi darurat.
Hal ini jarang dilakukan kebanyakan orang, sehingga gagal fungsi tidak terdeteksi secara dini. Apalagi sabuk pengaman hanya berfungsi saat kondisi darurat yang notabene sangat jarang terjadi, sehingga jangankan diperiksa, keberadaanya pun terkadang tidak dihiraukan.
Demikianlah tips dalam menggunakan dan memahami persepsi yang benar terhadap sabuk pengaman. Semoga dapat mengingatkan kita semua untuk senantiasa menggunakan sabuk pengaman sebagai fitur keselamatan dasar yang wajib difungsikan.
 Salam Otomotif!

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *