7 Kelebihan Mobil Listrik Tesla Model X, Tenaga Kencang dan Biaya Operasional Murah

CaruserMagz.com – Setelah memasukkan Tesla Model S Sedan, Prestige Image Motorcars (PIM) menghadirkan EV berjenis SUV 7-Seater dengan nama Tesla Model X, mobil listrik keluaran pabrikan yang dipimpin oleh Elon Musk.

 

Mobil listrik memang belum lazim di Indonesia. Dengan masuknya Tesla ini secara perlahan akan merubah peta persaingan pabrikan otomotif di tanah air, khususnya di segmen mobil mewah. Kami yakin dalam beberapa tahun ke depan, pabrikan mobil yang merajai pasar Indonesia sekarang akan mengikuti tren baru yang lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis bagi konsumen ini.

 

Karena di luar sana, carmaker seperti Toyota, Honda, Hyundai dan KIA sudah menjual produk mobil listriknya, bersaing dengan Tesla di Amerika dan Eropa. Artinya bagi mereka, ini bukanlah barang baru.

 

Kembali ke Tesla Model X, tentu kita bertanya-tanya apa untungnya menggunakan mobil ini? Apa saja kelebihannya dibanding mobil dengan mesin bakar yang sekarang mendominasi jalanan. Untuk mengobati rasa penasaran, kami coba ulas satu-persatu apa saja kelebihan atau keunggulan mobil listrik Tesla Model X ini.

 
 

1. Ramah Lingkungan

 

Dikatakan ramah lingkungan, karena saat dikendarai tidak ada polusi yang dikeluarkan oleh mobil ini. Baik polusi udara maupun polusi suara. Dengan dapurpacu berupa battery berkapasitas tinggi yang menggerakkan motor listrik, tidak ada pembakaran bahan organic yang menimbulkan emisi karbon.

 

Sumber energi bagi mobil listrik ini adalah battery lithium. Jadi seperti gadget hp yang diisi ulang battery-nya jika sudah habis. Pengecasannya pun tidak tergantung infrastruktur, karena bisa dilakukan sendiri di rumah pemiliknya.

 

Motor listrik sangat minim suara, sehingga tingkat kebisingan hanya akan dihasilkan oleh pergesekan ban dengan permukaan jalan. Bahkan di beberapa Negara lain, untuk menimbulkan efek suara, pabrikan terpaksa menambahkan beberapa instrument pada mobil listrik. Tentu dengan alasan keselamatan bagi pengguna jalan lain, agar bisa dikenali jika ada kendaraan yang lewat. Terlalu senyap juga berbahaya.

 
 

2. Lebih Hemat Biaya Operasional

 

Mobil listrik ini bisa lebih hemat biaya operasionalnya dibanding mobil dengan combustion engine. Untuk Tesla Model X, menurut Rudy Salim, selaku Presiden Direktur PIM, dengan tarif listrik yang ada sekarang, pengisian daya pada battery dari kosong ke penuh hanya membutuhkan biaya sebesar Rp. 130.000 saja, dengan jarak tempuh makimum hingga 380 km.

 

Coba bandingkan dengan mobil dengan mesin bakar, uang Rp.130.000 hanya bisa mendapatkan sekitar 17 liter bbm (harga Pertalite: Rp. 7.500/liter). Dengan performa mobil terhemat anggap saja mampu menempuh 20 km/liter. artinya jarak tempuh maksimum mobil hanya sekitar 347 km. Faktanya konsumsi SUV yang ada di Indonesia sekarang hanya berkisar 15 km/liter, artinya jarak tempuh yang bisa dicapai dengan uang 130 ribu rupiah hanya sekitar 255 km saja.

 

Jadi di atas kertas, biaya operasional Tesla Model X ini akan jauh lebih hemat dari mobil mesin bakar yang ada sekarang. Namun ini baru klaim dari penjual, lebih nyata tentu kita menunggu kabar dari para pemilik Tesla ini nantinya.

 

Selain itu, service rutin juga tidak seribet mobil konvensional yang harus mengganti oli, tune up dan lain sebagainya. Sehingga akan lebih murah juga dalam hal biaya service.

 
 

3. Tidak Tergantung Infrastruktur terkait Sumber Energy (bbm)

 

Jika mobil bermesin bakar sangat tergantung dengan ketersediaan bahan bakar yang disediakan pemerintah melalui BUMN seperti PERTAMINA, maupun pihak swasta lainnya. Maka mobil listrik akan berpindah ketergantungannya pada PLN.

 

Namun untuk melakukan pengisian ulang daya listrik, tidak perlu datang ke depot pengecasan layaknya pom bensin. Melainkan bisa dilakukan sendiri di rumah dengan perangkat charger yang sudah disediakan pabrikan mobil. Mungkin ke depan Pemerintah atau pihak swasta akan membangun infrastruktur pengecasan umum jika mobil listrik sudah mulai marak, namun itu tidak menjadi satu-satunya opsi.

 
 

4. Bertenaga Super

 

Tenaga SUV Tesla Model X berasal dari battery lithium ion dengan berbagai pilihan daya, mulai dari 75kw hingga 100kw. Rudy Salim mengatakan bahwa sampai saat ini, hanya Model X tipe 75D yang sudah meramaikan pasar nasional. Namun konsumen Indonesia juga bisa memesan Tesla X dengan spesifikasi lebih tinggi seperti 90D, 100D dan P100D.

 

Tesla Model X 75D memiliki kapasitas baterai 75 kWh. Mobil tersebut dapat melaju dengan kecepatan maksimum hingga kecepatan 210 km/jam dan jarak tempuh maksimal 380 kilometer.

 

Jika mengingat Tesla Model S sedan yang menggunakan baterai 85D (85kw), tenaga maksimum yang bisa disemburkan motor listriknya adalah 417 hp dengan torsi 485 Nm. Itu adalah tenaga yang mendekati super car yang cukup dahsyat. Mobil super bermesin bakar harus cukup waspada dengan Tesla ini, karena ternyata harganya tidak semahal Lamborghini atau La Ferrari.

 
 

5. Lebih Ringan dan Ringkas

 

Mesin hybrid jauh lebih ringkas dari mesin bakar yang rumit. Battery lithium juga tidak memerlukan ruang yang besar layaknya combustion engine. Sehingga para engineer perancang Tesla ini bisa mengeksplor mobil ini dengan ruang yang tersedia.

 

Dengan bobot yang lebih ringan dibanding SUV konvensional saat ini, Tesla X ini berkonfigurasi kursi untuk 7 penumpang dewasa. Dimensinya yang panjang, memungkinkan untuk mengakomodir penumpang yang banyak.

 

Interior Tesla Model X Indonesia
Tesla Model X berkonfigurasi 7 seater

 

Desain aerodinamis juga lebih bisa diutamakan dengan tidak perlu dipusingkan oleh kebutuhan ruang dan air intake layaknya mesin bakar. Pemilihan bahan juga bisa direkayasa lebih ringan dengan tidak adanya proses pembakaran.

 
 

6. Teknologi Canggih

 

Sumber penggerak listrik yang lebih ringkas memberi peluang untuk disematkannya berbagai teknologi canggih pada mobil Tesla X ini. Bahkan juga dikatakan bahwa Tesla adalah mobil tercanggih yang ada saat ini. Berbagai teknologi termutakhir suda disematkan, antara lain:

 

Fitur Autopilot – Mobil listrik ini sudah mengusung teknologi autopilot. Namun berbeda dari teknologi autonomous. Fitur autopilot sepertinya bisa diaktifkan pada kondisi jalan yang stabil. Bedanya dari autonomous, masih diperlukan peran aktif pengemudi saat pengatifan fitur ini.

 

12 Sensor Ultrasonic – Teknologi sensor ditujukan untuk penyematan fitur-fitur keselamatan seperti pengereman otomatis, fitur autopilot dan lain sebagainya.

 

8 kamera Surround – Memungkinkan view 360 derajat untuk mengetahui keadaan sekitar mobil.

 

Penggerak All Wheel Drive (4WD) – SUV canggih ini juga sudah dilengkapi penggerak untuk keempat roda (4×4), sehingga punya kemampuan melahap medan yang kurang bersahabat.

 
 

7. Sangat Aman

 

Tesla model X diklaim sebagai SUV paling aman, karena memiliki standar dan fitur-fitur keselamatan tinggi dibanding SUV lain dengan mesin bakar. Dari hasil uji tabrak, Model X mendapat hasil yang lebih baik dari standar 5-bintang. Rudy Salim mengatakan jika saja ada nilai 6-bintang, maka Tesla X ini layak dapat 6-bintang.

 

“Tesla kalau bisa dapat 6 bintang karena cuma 6% bisa menyebabkan si penumpang cedera parah lebih aman dibanding mesin bensin,” ujar Rudy Salim di Showroom Prestige, Pluit Jakarta, Selasa (6/6/2017).

 

Fitur keselamatan canggih Tesla X antara lain:
Side Collision Avoidance – Jika terjadi benturan dari samping, mobil otomatis berbelok ke arah berlawanan, sehingga efek benturan berkurang drastis.
Automatic Emergency Braking – Mobil secara otomatis jika sensor menbaca mobil akan menabrak objek lain di depan.

 

Itulah beberapa kelebihan SUV listrik canggih dari Tesla ini. Jika sobat berminat, bisa dipesan ke Prestige Image Motorcars dengan harga termurah mulai dari 200.000 Dollar Amerika Serikat, atau sekitar Rp. 2,64 Milyar Rupiah.

 

Sekedar Informasi, Tesla merupakan brand produsen mobil yang hanya berfokus pada pembuatan mobil listrik. Perusahaan ini bermarkas di California, Amerika Serikat. Tesla merupakan perusahaan yang dibentuk dan dipimpin langsung oleh Elon Musk.

 

Akankah teknologi hybrid ini menguasai jagad otomotif dunia beberapa tahun ke depan. Itu mungkin saja jika biaya produksi mobil listrik bisa ditekan hingga bersaing dengan mobil bermesin konvensional. Tapi itu bisa jadi ancaman bagi bisnis yang terkait dengan mobil bermesin bakar, seperti industri bahan bakar minyak dan produsen mesin combustion.

 

Salam Otomotif!

 

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *