Peter Schreyer Jelaskan Desain KIA Stonic

CaruserMagz.com – KIA kini punya jagoan di segmen compact SUV yang diberi nama KIA Stonic. Segmen ini cukup ketat persaingannya karena sedang booming di Amerika dan Eropa. KIA Stonic akan bersaing dengan Honda HR-V, Ford EcoSport, Chevrolet Trax, Toyota C-HR dan lain sebaginya.

 

KIA Stonic diluncurkan dalam rentang waktu yang dekat dengan kembar tak seirasnya yang bernama Hyundai Kona. Keduanya debut global di Korea Selatan dan sekarang sedang tour rilis di berbagai Negara Eropa dan Amerika.

 

Dengan nama besar KIA dan Hyundai yang sudah menjelma menjadi raksasa otomotif dunia, tentu tidak sulit bagi Stonic dan Kona untuk dipromosikan, apalagi di Eropa kedua brand tersebut punya reputasi yang luar biasa terkait dengan kualitas, desain, fitur dan tentunya value-for-money yang tinggi, karena harganya relatif murah dibanding brand premium Eropa.

 

Orang Indonesia mungkin tak banyak mengenal siapa dedengkot desainer dibalik karya menawan mobil-mobil KIA di masa kini, namun para pecinta mobil KIA sebagian besar mengenal sosok Peter Schreyer, mantan desainer Audi yang sudah lebih dari 1 dekade memimpin revolusi desain KIA dan Hyundai.

 

Icon Tiger Nose pada wajah mobil-mobil KIA masa kini adalah legasi Schreyer yang akan melegenda. Tak ketinggalan icon itu juga disematkan pada Stonic yang seolah mengembalikan konsep desain sporty pada mobil-mobil KIA di era 2012an.

 

Tangan dingin sang President and Chief Designer of Kia Motors Corporation, Peter Schreyer, kembali diberi tantangan untuk merancang mini SUV yang diwajibkan segera muncul menjadi pusat perhatian di ramainya segmen ini. Lalu apa yang Schreyer fikirkan dan lakukan saat menerima tugas tersebut?

 

Media otomotif global Motor1.com berhasil mewawancarai Peter Schreyer saat peluncuran KIA Stonic di Amsterdam Belanda. Jurnalis Motor1 menanyakan bagaimana Schreyer memulai tugasnya dalam merancang Stonic.

 

“Pertama, Anda memerlukan ide besar, untuk siapa mobil itu dibuat? untuk orang yang lebih muda kah? Tapi tidak semua orang yang akan membelinya adalah orang muda,” ujar Schreyer.

 

Schreyer mengerti ekspektasi pasar tentang SUV masa kini yang harus terkesan gagah, namun di kelas compact SUV, mobil ini juga harus lincah dan tetap memberi kesan kekinian yang modern. Schreyer mendefinisikan desain Stonic sebagai bagian dari hiruk-pikuk persaingan pasar yang sangat kompetitif:

 

“Body yang pendek dan compact memberikan citarasa kelincahan. Ini adalah perpaduan antara SUV dan road-car, dan ada juga kecanggihan pada karakternya,” Jelas Schreyer.

 

Peter Schreyer menambahkan bahwa meski Stonic ini adalah konsep yang kuat, dia dan timnya akan terus-menerus mengembangkan detail mobil ini:

 

“Tidak setiap mobil sama, ini adalah tantangan untuk menemukan kembali sebuah konsep, apakah itu lebih lebar, sempit, lebih dalam. Kami hanya dibatasi oleh kebutuhan pendingin mobil.”

 

Ketika ditanya seandainya dia masih punya kesempatan untuk merubah Stonic, apa yang akan dia lakukan? Peter Schreyer berfikir sejenak lalu menjawab:

 

“Roda yang lebih besar! Saya selalu menginginkan roda yang lebih besar,” Ungkapnya.

 

Bagaimana dengan warna, dari sekian banyak kombinasi warna yang disediakan untuk Stonic, yang manakah menjadi pavorit Schreyer?

 

 “Sesuatu yang berani.. Two-Tone! saya pikir mobil putih dengan atap hitam.” kata Schreyer.

 

Butuh waktu tiga tahun untuk mengerjakan sebuah desain mobil, dimulai dari kertas kosong yang dicorat-coret dengan pensil ajaibnya, hingga sebuah prototype diumumkan ke public. Desainer asal Jerman tersebut telah menerima banyak penghargaan dari karyanya bersama KIA.

 

Yang paling fenomenal adalah KIA All New Rio dan All New Picanto yang mendapat berbagai Desain Award. Bahkan di tahun 2017 ini, penghargaan Red dot Award dilahap oleh ketiga mobil KIA, yaitu Optima, All New Rio dan KIA Niro. KIA All New Rio juga mencetak hat-trick dalam ‘iF Desain Award’ yang prestisius.

 

KIA boleh jadi bukan brand premium yang produknya berharga milyaran rupiah, namun dalam hal desain dan kualitas, KIA punya Peter Schreyer yang selalu juara dan merupakan legenda hidup yang telah mewariskan mobil-mobil yang unik dan khas, karena passion Schreyer telah menjadi trademark bagi KIA.

 

Salam Otomotif!

 

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *