3 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Kapasitas Tanki Bahan Bakar Mobil

 

CaruserMagz.com – Tanki bahan bakar kendaraan adalah perangkat yang tidak bisa dilihat secara langsung kondisi levelnya, sehingga keakuratan instrument penunjuk sisa bahan bakar di dalam tanki tersebut sangatlah penting bagi pengemudi.

 

Beberapa fakta tentang tanki bahan bakar mobil perlu kita ketahui, agar terhindari dari kerusakan perangkat penting mobil atau menjadi terlalu panik saat lampu tanda isi ulang bbm mulai menyala.

 

Beberapa orang menyikapi lampu saran pengisian ulang bahan bakar pada cluster meter dengan santai dan menunda mengisi bbm dengan alasan tertentu, namun ada juga orang yang terlalu panik ketika lampu tersebut menyala, biasanya terjadi pada orang yang baru memiliki mobil.

 

Apalagi jika hal itu terjadi saat mobil terperangkap di kemacetan jalan, dimana posisi pom bensin masih cukup jauh. Panik hingga berkeringat dingin pun bisa terjadi, karena membayangkan mobil mogok di tengah keramaian jalan raya kota.

 

Agar kita bisa menyikapi kondisi tersebut dengan tenang dan tepat, sebaiknya fakta-fakta berikut perlu kita ketahui:

 

Berapa standar kapasitas tanki bbm mobil?

 

Mobil di zaman sekarang punya kapasitas tanki sekitar 45 hingga 65 liter bbm, tergantung dari jenis dan ukuran mobil tersebut. Pada beberapa mobil-mobil yang lebih tua, ada juga yang memiliki tanki bahan bakar cadangan terpisah (reserve tank). Tanki kedua tersebut berkapasitas sekitar 15% dari dari tanki utama. Namun pada mobil modern, reserve tank tidak lagi dibuat, namun lebih kepada inovasi indikasi instrument berdasarkan level bbm.

 

Untuk mengetahui dengan pasti berapa kapasitas tanki bbm setiap mobil, dapat dibaca detailnya pada bagian belakang tutup lubang pengisian bahan bakar. Pada mobil modern jika tertulis 50L, maka berarti kapasitas bbm-nya adalah 50 liter termasuk volume cadangan. Kapasitas tersebut termasuk jumlah hingga level dimana lampu saran pengisian ulang menyala.

 

Selain itu, sebenarnya masih ada bahan bakar tersisa sekitar 10% saat indikasi di cluster meter menyala. Mesin mobil akan berhenti berfungsi saat jumlah bbm sudah sekitar 5%. Tanki bbm tidak bisa benar-benar dikosongkan, karena sekitar 2 liter sisa terakhir bahan bakar akan tetap mengendap di bagian bawah, untuk menampung sedimen.

Bisakah tanki bbm di isi penuh atau melebih kapasitas?

 

Secara teknis, jawaban atas pertanyaan tersebut bisa ya, bisa juga tidak. Pada beberapa mobil tanki bbm-nya punya kapasitas lebih dari yang tertulis, bisa juga kelebihan kapasitas tersebut diperoleh dari pipa inlet yang panjang, hingga bisa memuat extra-bbm dari 10 hingga 15 liter.

 

Namun ruang udara pada bagian atas tanki tetap diperlukan, hal tersebut untuk mencegah kelebihan tekanan tanki akibat pavorisasi bbm di temperatur panas. Sebaiknya kita tidak mengisi bahan bakar hingga meluber atau tidak menyisakan ruang bagi ruang kosong. Karena pada temperatur atau cuaca panas, bisa terjadi vapor locking.

 

Bbm yang mengembang karena temperatur panas membutuhkan ruangan yang lebih besar, sehingga menyebabkan tekanan berlebihan pada dinding tanki dan bisa juga mengakibatkan tekanan berlebihan pada pembakaran yang berpotensi merusak mesin.

 

Sejauh apa mobil masih bisa berjalan saat lampu bbm mulai menyala?

 

Perlu kita ketahui, berapa kilometer lagi jarak yang bisa ditempuh saat lampu bbm pada cluster-meter mulai menyala, sebelum dilakukan pengisian ulang bbm. Kita tidak perlu panik, karena indikator tersebut hanya sinyal bahwa level bahan bakar minyak sudah mencapai level cadangan (reserve), yaitu sekitar 10 hingga 15% dari kapasitas tanki. Itu artinya mobil masih bisa dijalankan dalam jarak yang mencukupi untuk menemukan pom bensin terdekat.

 

Anggap saja yang tersisa adalah 10%, artinya jika kapasitas tank 45 liter, berarti ada sekitar 4,5 liter. Artinya masih ada sekitar 3,5 liter yang masih bisa dikonsumsi. Jika standar konsumsi bbm mobil kita sekitar 12 km/liter maka mobil masih bisa menempuh jarak sekitar 40 km.

 

Namun bukanlah hal yang baik memaksakan mobil hingga jumlah bbm tinggal benar-benar sedikit, karena ada kemungkinan hal itu mengakibatkan minyak yang mengandung banyak sedimen pada bagian bawah akan tersedot ke ruang bakar. Level tanki yang rendah juga berpotensi mengakibat friksi yang lebih besar dan overheat saat pembakaran.

 

Itulah 3 fakta tentang tanki bbm yang perlu kita ketahui sebagai pengendara mobil. Kami menyarankan untuk senantiasa berkendara dengan kondisi level bbm yang tinggi, karena itu membuat pembakaran lebih baik dan efisien, juga terhindar dari overheat atau friksi yang tidak normal pada ruang bakar. Jika sobat pembaca pengetahui beberapa hal penting lainnya terkait tanki bahan bakar, silahkan disampaikan pada kolom komentar.

 

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Yayan Abdhi

“Penyuka dunia otomotif yang menemukan passion dalam menuliskan opini dan peristiwa. Memulai blog otomotif pada akhir 2015, lalu menjadikan blogging sebagai keseharian yang menyenangkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *